Sekelompok orang tidak dikenal tiba-tiba masuk tanpa izin ke rumah Renatta. Mereka memeriksa setiap inci ruangan, menggeledah semua rak dan lemari dengan kasar.
"Heiii... Stop! Siapa kalian!?" Teriak Renatta dengan wajah ketakutan bercampur kepanikan.
Tidak ada yang memperdulikan teriakan Renatta. Semua laki-laki berpakaian hitam itu bergerak cepat bagaikan bayangan. Renatta berdiri gemetaran di pojok ruangan. Dia tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi dalam hidupnya, di rumahnya yang tenang itu.
"Tangkap perempuan itu! Bawa dia ke markas!" Perintah seorang laki-laki bertubuh tinggi di antara mereka.
Dua orang laki-laki langsung membekap Renatta. Dia pingsan seketika. Sekelompok orang asing tersebut bergegas menyeret tubuh Renatta, membawanya masuk ke mobil. Tidak ada seorang pun yang melihat atau mengetahui kejadian itu.
"Tuan, gadis itu diculik! Dia kini disekap di markas mereka!" Lapor ajudan Jimmy.
"Apa!?" Ujar Jimmy kaget.
Jimmy tetap saja kaget walaupun dia sebenarnya sudah menduga suatu saat hal ini bisa saja terjadi. Komplotan "Bayangan Hitam" memang cukup lihai dalam bergerak dan mereka seringkali berhasil mendapatkan jejak Jimmy dan komplotannya.
Sebenarnya bisa saja Jimmy mengabaikan hal itu. Penculikan Renatta adalah hal yang tidak penting baginya. Namun entah mengapa kali ini Jimmy merasa gundah mendengar kabar itu.
Bagaimanapun juga Jimmy merasa dirinya telah berhutang budi bahkan berhutang nyawa pada Renatta. Gadis itu kini malah menjadi sandera musuhnya. Rasanya sulit untuk berdiam diri.
"Kita akan bereskan mereka. Atur semua secepatnya!" Perintah Jimmy.
"Siap!" Ajudan Jimmy sudah mengerti apa yang harus dipersiapkan. Pertempuran selanjutnya akan segera dimulai.
"Renatta..." Gumam Jimmy.
***BERSAMBUNG***