pagi itu,cuaca amat cerah,sinar matahari menampar jendela kaca sekolahku, cahayanya menepis pelupuk mata
ini kisahku, saya seorang siswa sma asal bontang. aku memiliki sahabat bernama indra yang merupakan teman setia dan sekelas sejak di bangku sekolah dasar.
hari ini adalah hari rabu, di mana mata pelajaran hanya tiga mapel. pada mapel terakhir, yakni bahasa inggris. semua berjalan seperti biasa. hari telah menunjukkan pukul 13.20, tandanya sebentar lagi akan pulang.tiba-tiba pintu kelas diketok oleh seseorang. ketika bu guru membukanya, ternyata yang datang adalah pak andi, pamannya indra, adek kandung dari ibunya.
"tok..tok..tok.." suara ketukan pintu berbunyi.
"iya, silakan masuk..." sambut bu guru.
"permisi bu, saya izin menjemput indra untuk membawanya pulang..." ucap pak andi.
"ada persoalan apa ya pak…?" tanya bu guru.
"begini bu, keluarga indra baru saja mengalami musibah, rumahnya kebakaran. untungnya tidak ada korban jiwa sedikit pun..." sambung pak andi.
tiba-tiba seisi kelas panik bercampur sedih, dan aku melihat wajah indra tampak kesedihan yang begitu mendalam. kemudian bu guru mengizinkan indra untuk pulang.
ketika bel pulang berbunyi, aku mengimbau seluruh teman sekelas untuk jangan pulang dulu. aku mengajak mereka semua untuk melakukan penggalangan dana kepada seluruh lapisan guru dan siswa/i di sekolah mulai besok.
sepulang dari sekolah besok, aku juga mengajak mereka untuk melakukan penggalangan di tepi lampu merah. tanpa pikir panjang, semua teman sekelas setuju.
setelah penggalangan di sekolah dan tepi jalan raya selesai. aku dan teman-teman sangat bersyukur karena dana yang terkumpul cukup banyak, yakni 14 juta rupiah. aku dan teman-teman langsung menuju kediaman indra dan keluarganya.
sesampainya di sana, aku melihat kesedihan indra dan keluarganya begitu mengiris hati, mengingat semua isi rumah habis dilalap api.
assalamualaikum bu, pak, ndra, aku dan teman-teman mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang kalian hadapi. ini, ada sedikit bantuan dari teman-teman dan saudara, semoga bisa meringankan beban kamu dan keluarga ya, ndra..." ucapku.
indra tampak sedikit senang dan kemudian langsung memeluk kami semua, seraya berkata…
"terima kasih banyak teman-teman atas bantuannya. terima kasih juga atas kehadiran dan ucapan belasungkawanya. semoga allah swt. membalas semua kebaikan kalian dan para penyumbang..." tuntas indra.
kami pun berkumpul dan mencoba menghibur indra dan keluarganya hingga menjelang magrib.