suatu hari aku melihat senja,senja itu cantik kecuali patah hati,senja selalu menerima langit apaadanya.
Sore itu aku pergi meninggalkan rumahku untuk menuju tempat favoritku. Aku sangat menyukai pemandangan langit di sore hari. Langit sore seperti obat untukku. Perpaduan warna yang apik, mampu meluruhkan semua masalahku.
Aku terheran sesaat ketika orang-orang mengagumimu, memperlihatkan betapa nyamannya dirimu walau hanya sekejap. Senja, aku ingin bertanya, bagaimana rasanya banyak orang yang menunggumu? Apakah itu menyenangkan atau malah mengganggu? Rasanya begitu menyenangkan ya. Disaat kamu mempunyai banyak penggemar yang selalu menantikan kehadiranmu
Hembusan angin menemani sejuknya kota kala itu. Waktu berlalu dengan cepat,tuhan lebih sayang kepadamu
"lihat saja jika kamu rindu"
"apa maksudmu?"
"jika kau rindu padaku lihat saja senja"
Disini, ditempat pertama kali kita berjumpa, aku masih setia menunggumu hadir. Saat langit menunjukkan senjanya, aku berharap kau juga ada disana. Tersenyum kepadaku dan menceritakan banyak cerita. Namun, kenyataannya bayangmu saja tak kasat oleh mata.
Aku masih disini dengan cerita yang sama dan aku merindukanmu dengan sangat setia. Aku selalu berdoa setiap langit melukiskan senjanya. Doaku adalah agar aku bisa bahagia disini, tanpamu. Dan dengan begitu, kau juga bisa tersenyum bahagia dari tempatmu berada. Aku harap senja bisa menenggelamkan rinduku padamu. Merindukan mu rasanya hatiku seperti tersayat oleh belat.
aku harap bukan senja saja yang tau cara berpamitan dengan indah.