Malam itu aku duduk termenung seorang diri diteras rumahku, ditemani dengan secangkir kopi dan sebungkus rokok kegemaranku. Hembusan nafas yang berat bercampur asap nikotin sesekali menghentakkan kesunyian.
Sayup-sayup kudengar ada suara pengaduk bertempur dengan penggorengan, sebagai ciri khas penjual nasi goreng yang sedang mencari pelanggan. Segera kuhentikan kegiatanku, lalu bergegas melangkah kedepan untuk membeli sebungkus nasi goreng.
"Pak nasi goreng satu ya!" Ucapku.
Sembari penjual nasi goreng menyiapkan pesananku, aku menatap wajah penjual itu.
"Aneh! Mengapa penjualnya keliatan pucat dan diam aja?" Kataku dalam hati.
"Pak, bapak sedang ada masalah?" Kataku penasaran.
Tak beberapa lama kemudian dia segera memberikan nasi goreng itu kepadaku.
"Terimakasih atas perhatiannya, Mas. Saya tidak apa apa, ini nasi pesanannya," Ucap penjual itu dengan datar dan lirih.
Aku melangkah kedapur untuk mengambil sendok dan piring, saat aku sudah berada di teras dan ingin menutup pintu pagar, penjual itu sudah tidak ada depan.
"Kenapa bapak itu cepat banget perginya?" ucapku penasaran.
Aku segera melangkah kedalam untuk duduk menikmati nasi goreng sembari melihat berita terkini di Internet. Ya, aku melihat berita kecelakaan ujung jalan dekat rumahku, dan korbannya penjual nasi goreng itu. Kecelakaan itu terjadi seminggu yang lalu saat aku sedang mengendarai mobil yang secara tidak sengaja menabrak bapak itu, dan kabur begitu saja. Aku tidak tau kalau bapak itu yang aku tabrak.
"Wajah iniii......, bukannya wajah ini wajah penjual nasi gorengg tadiii?," kataku panik.
"Tidakk mungkinn pasti ini kebetulan aja wajahnya mirip," kataku untuk menghalau pikiran negatifku.
Saat aku memakan nasi gorengku kembali, rasanya sudah beda, sedikit asin dan amis. Nasi goreng itu berubah menjadi darah dan segumpal daging segar.
"Darahh......, akuu makann darahhhh." kataku panikk.
Aku tidak dapat menahan mulasnya perutku. Dorongan otot perut segera mengeluarkan makanan. Untuk selanjutnya, aku mulai merasa tubuhku melemah dan pandanganku mulai buram dan GELAP.