Pagi mulai menyapa. Cahaya matahari perlahan masuk memenuhi sudut-sudut kamar. Tebalnya gorden berwarna biru laut nyatanya tak bisa menghalangi cahaya itu masuk ke dalam ruangan. Perlahan segala kebisingan dan apa yang sedang terjadi di sekeliling tempat tidur ini mulai bisa dirasakan. Nampaknya bukan hanya cahaya matahari saja yang membangunkan tidurku, tapi juga obrolan orang-orang yang entah datang dari mana. aku benci itu. Tapi aku harus tetap bangun untuk menjalankan hari hari yang membosankan ini.
Hari ini aku berencana mengungkapkan perasaan yang telah ku pendam sejak lama. Kepada seseorang yang memiliki mata yang sangat indah, Jean namanya. Dia berada satu tingkat di bawahku. Tapi aku tidak peduli soal itu. Selama ini aku hanya bisa melihat Jean dari jauh. Dan ya, kita sering tidak sengaja bertatapan yang membuat ku geer. Merasa dia mempunyai perasaan yang sama denganku. Tapi disisi lain aku merasa aku hanya ke-geeran. Dan itu membuatku tidak berharap lebih dengan jawaban yang ia berikan saat aku mengungkapkan perasaanku nanti.
Aku sudah membuat janji dengan Jean. Kita akan bertemu di kantin saat ISOMA. Modusku sih mengajaknya makan siang. Dan pada akhirnya kita bertemu di kantin dengan membawa semangkok bakso ke meja yang di sediakan di kantin. Kita mengobrol layaknya teman biasa. Momen bercanda gurau dengan Jean terasa sangat menyenangkan, membuatku ingin berada di saat itu selamanya.
Tiba saat waktu istirahat hampir habis, aku sudah menyiapkan diri untuk mendengarkan jawaban darinya. Jawaban yang menentukan hubungan kita. Berakhir menjadi sepasang kekasih, atau orang asing.
"Jadi gimana" Kataku menanyakan kepastian hubungan kami. "Sorry kak" Balas Jean. "Ohh yaa, it's okay yan" Balasku kikuk. "Yaudah aku balik duluan ke kelas ya kak". Aku hanya bisa melihat punggungnya meninggalkan kantin. Menyisakan aku dan pikiranku. "Nice try." ucapku menyemangati diri sendiri.