Aku akhirnya sampai ke tempat tujuan. Tubuhku lelah setelah menempuh perjalanan selama 5 jam lamanya. Tempat ini tidak berubah sama sekali, rumah ibuku ini menyimpan banyak kenangan bagiku. sembari turun dari mobil aku pun melihat ayahku. " ayah apa kabar" ucapku sambil memeluk ayahku karena telah lama tidak bertemu karena kuliah." alhamdulillah kabar ayah baik nak" ucap ayahku.
Tempat ini memang tidak berubah, mulai dati sofa yang biasa ibuku tempati duduk, kamarku yang dulu aku tempati, hingga tembok tempat foto aku,ayahku,dan ibuku berada di lokasi yang sama.Yang aku rindukan adalah masakan yang ibuku buatkan saat aku masih kecil dulu, saat aku makan dulu ibuku selalu memasakkan sayur yang aku suka, setelah makan kami biasanya mengobrol di ruang keluarga." nak bagaimana sekolahmu" ucap ibuku dengan lembut, " sekolahku baik-baik aja bu" ucapku.
Hal Selalu kuingat adalah saat ibuku mengajarkanku bagaimana cara membuat ketupat,"bu ajarin dong, gimana cara buat ketupat" ucapku bersemangat."mau di ajarin? sini ibu ajarin cara buatnya, perhatikan baik-baik ya biar bisa bikin ketupat nanti", "iya bu" jawabku seketika.
Ibuku sangat pandai membuat ketupat, beliau memiliki keterampilan seperti itu karena beliau memiliki usaha membuat ketupat."pertama Siapkan beberapa helai daun kelapa muda. Pilih yang berkualitas baik, lebar dan panjang. Buang bagian batang kelapa yang keras, kedua Ambil satu helai daun kelapa muda. Lalu gulung daun kelapa hingga 3 kali gulungan pada tangan kiri dengan posisi bawah daun menghadap ke atas. ketiga Ambil daun satu lagi, gulungkan juga pada tangan kiri sebanyak tiga kali dengan sedikit ditekan oleh ibu jari. Namun kali ini, posisi pangkal daun harus menghadap ke bawah." ibuku menjelaskan cara membuat ketupatnya aku pun mendengarkan dengat cermat."
Tetapi yang Kenangan yang paling aku ingat adalah saat aku, ayahku dan ibuku sedang makan malam bersama sambil bercanda tawa satu sama lain"
"nak" ucap ibuku "iya bu" jawabku. "nak kamu harus jadi anak yang sukses ya agar mendapat pekerjaan yang bagus dan dapat membahagiakan ibu dan bapak" ucap ibuku sambil mengelus kepalaku.
Dan disitulah air mataku mulai menetes sambil berkada dalam hati "aku rindu kamu ibu"
"nak ayok bersiap kita mau mengunjungi makam ibu mu" ucap ayahku. Akupun mengelap air mataku dan berkata "iya yah"
sekarang ibu sudah berada di alam yang berbeda dengan kami. Ibu mungkin sedang melihat kami dengan bahagia.