Awan mendung itu menutupi langit yang sebelumnya cerah. gerimis perlahan turun. membasahi tanah, rerumputan, dan gedung-gedung di bawahnya. seorang gadis menatap langit itu. matanya menerawang. di sebuah kamar yang gelap. terdapat seorang gadis duduk di tepi jendela, memandang keluar merenung apa yang baru saja terjadi kepadanya.
Savira Valenia adalah seorang gadis dari keluarga biasa-biasa saja yang baru saja mengalami kecelakaan dan tewas di tempat, terbangun di tubuh sahabat masa kecilnya. Athaya Avenya Wijaya, seorang gadis kaku penurut yang selalu di tuntut untuk menjadi sempurna.
Savira terpaksa harus membiasakan diri dengan tubuh baru, dan lingkungan barunya yang sangat berbeda dengan kehidupan biasanya. sekarang tidak ada lagi Savira Valenia hanya ada Athaya Avenya Wijaya.
pagi hari di sebuah rumah yang besar Athaya atau biasa di sebut Aty menuruni tangga menuju meja makan untuk sarapan. tidak ada orang sama sekali 'kurasa orang tua Aty sudah berangkat kerja' ucapnya dalam hati.
rumah yang sangat besar tapi begitu sepi, "apa yang harus ku lakukan sekarang aku tak mengetahui apa yang biasa dilakukan Aty" ia berkata sambil berpikir apa yang harus dia lakukan agar kelakuannya tidak di curigai oleh orang tua Aty.
setelah berpikir dengan keras dia mengingat sahabatnya masa kecilnya selalu suka membawa buku diary nya kemana-mana. mungkin ia bisa mencari buku itu untuk di jadikan petunjuk bagaimana Aty berperilaku selama ini.
Savira kembali ke kamar untuk mencari buku diary, setelah cukup lama mencari akhirnya dia menemukannya di bawah kasur. ia mengunci pintu dan bersiap untuk membacanya.
setelah cukup lama membaca menutup buku itu dan merenungkan apa yang baru saja ia baca. sahabatnya yang ia kira hidup dengan bahagia, sangat di sayangi oleh orang tuanya , dan memiliki banyak teman ternyata salah.
Athaya yang dulu selalu tersenyum ternyata sangat tertekan karena orang tua dan teman sekolahnya. ia di paksa harus mendapatkan nilai sempurna, dan bisa salam segala hal oleh orang tuanya. sedangkan teman sekolahnya yang selalu mmembullynya setiap hari.
Savira beranjak dari duduknya menuju ponsel milik Athaya dan mendapatkan notifikasi dari WhatsApp, sebuah surat edaran dari sekolah tentang jadwal masuk dan jadwal pelajaran semester baru. yang berarti Aty sedang libur semester dan akan masuk 3 hari lagi.
Savira berpikir untuk tidak bersikap kaku dan penurut seperti Athaya, ia akan membalas apa yang para pembully itu lakukan kepada sahabat masa kecilnya "tunggu 3 hari lagi aku akan membalas kalian semua".