Hai, kenalin nama aku Arya. aku mau cerita soal pengalaman ku yang membahagiakan sekaligus menyedihkan. aku adalah seorang 'anak haram' ya, kalian tidak salah membaca. aku adalah seorang anak tanpa kasih sayang seorang ayah dan banyak menyebut ku sebagai seorang 'anak haram'. tapi semua itu tidak masalah bagiku karena aku masih memiliki ibu.
Ibuku adalah seseorang yang tidak pernah tersenyum kepada ku, maupun menangis karena ku, tapi aku menganggapnya sebagai seseorang yang sangat tegar menghadapi ini semua. aku bersyukur, dia tidak membuang ku seperti yang ada di dalam berita tv. dia tetap menyekolahkan ku walaupun aku adalah seorang 'anak haram'. sebab itu lah, aku berusaha keras agar ibuku tersenyum kepadaku, mencari cara agar aku bisa diperhatikan olehnya,aku terus mencoba namun usaha ku nihil. sampai aku mendapat berita...
Bahwa ibuku terkena kanker hati stadium akhir, aku yang tidak tahu harus berbuat apa, aku ingin menyembuhkan ibu, tapi aku tidak memiliki biaya, jadi aku harus mencari kerja. setelah itu, aku mulai izin sekolah dan mencari sebuah perkejaan. apapun itu asalkan bisa menghasilkan uang, akan tetap kulakukan. sore hari, aku akan datang kerumah sakit dengan berpakaian seragam sekolah, aku seperti menceritakan keseharian ku seperti biasa agar ibuku tidak curiga. namun....,
dia masih seperti biasa tidak melihat kearah ku dan hanya menatap lurus ke luar jendela.
Siang, pukul 11.06, aku dipanggil pihak rumah sakit. memberitahukan bahwa kondisi ibuku kritis, aku tanpa pikir panjang langsung berlari kearah rumah sakit, dengan air mata yang membasahi pipi ku , dengan tatapan bingung orang orang yang melihat ku, aku tidak peduli dengan semua hal itu. yang ada dipikiran ku hanya " IBU,IBU ,dan IBU".
sesampainya di ruangan ibuku, aku melihat ibuku duduk menghadap jendelanya.
" ibu " dia menoleh dan mengatakan "anakku, ke marilah." dia merentangkan kedua tangannya dengan senyuman yang pertama kali kulihat. aku berlari ke arahnya sambil menangis dalam pelukannya, sungguh hari itu adalah hari terindah dan bersedih dalam hidupku karena untuk pertama kalinya ibu tersenyum dan memelukku dan untuk terakhir kalinya aku melihat wajah ibuku tersenyum.
ya, dia pergi ke pada Tuhan yang maha esa dihari itu juga, dan dia meninggalkan sebuah surat yang berisi " kejarlah impian dan ibu menyanyangi mu serta ucapan maaf karena belum bisa membahagiakan mu." itu lah surat yang ditulis ibu.
di sebuah TPU, dimana tempat ibuku dimakamkan, aku datang dengan membawa seikat bunga mawar putih kesukaan ibu. aku datang dengan tampilan jas rapi.
"ibu.., sekarang kau tidak perlu khawatir lagi karena aku sudah bahagia sekarang, aku dapat nilai bagus dan berkerja di perusahaan besar." aku menatap makam ibuku dengan mata yang sudah berkaca-kaca. " Terimakasih telah menjadi ibuku tidaknya peduli kata orang, kau adalah ibu terbaik ." 'terima kasih banyak, telah melahirkan ku ke dunia ini'.
Terimakasih yang sudah membaca 🙏🙏🙏🙏.