Dinda dan Robi adalah sahabat yang selalu bersama.
Namun lambat laun perasaan mereka mulai tumbuh... Dinda tak pernah menyadari perasaan Robi kepada nya.
Hingga Robi meninggal karena menyelamatkan Dinda. Saat itu mereka hendak pergi bersama.
Namun saat menyebrang jalan, Dinda tak melihat sisi kanan dan kiri. Saat bersamaan Robi melihat itu... Dan dengan sigap berlari mendorong Dinda...
Brukkkkkkk........
Badan Robi terpental tertabrak mobil... Dinda pun terjatuh. Dinda yang melihat itu berlari menghampiri Robi....
"Robi........."
teriak Dinda sambil menangis.
Di letakannya oleh Dinda kepala Robi di atas pangkuannya.
Dinda menangis melihat Robi...
"Hai cantik.... " ucap Robi menahan sakitnya sbil melihat Dinda.
"jangan cengeng....!! " pintanya lagi sambil tersenyum pada Dinda.
Ambulance pun tiba. Dinda menemai Robi ke rumah sakit. Dan mengabari keluarga Robi.
Sesampainya di rumah sakit nampak Dinda yang sedih di depan ruang ICU...
Dokterpun keluar ...
"Ada yang bernama Dinda " tanya dokter.
" Saya dok... " ucap nya.
" Robi ingin bertemu " jawab dokter mempersilahkan Dinda masuk ..
" Hai cantik... ko sembab... " hibur Robi pada Dinda.
" Din, aku sayang kamu..." ucap Robi pada Dinda .
tak lama kemudian Robi menghembuskan nafas terakhirnya.
Sebenarnya luka dalam yang Robi alami cukup parah. Sehingga membuat Robi kehilangan nyawa nya.
Tangis air mata Dinda semakin pecah. Di tambah suara tangis keluarga Robi...
Kini Dinda selalu sendirian tanpa Robi....
Semilir angin malam menyapa Dinda dengan dingin... Lampu trotoar yang menemani... tak ada lagi Robi di sisi nya..
Teringat kenangan nya bersama Robi....
"Hai... cantik" terdengar suaramu. Di jalan ini kita selalu bercanda bersama..
Bahagiaku mengenalmu. Sosok pria yang singgah di hatiku. Kini kau pergi, tanpa pamit.
Kau tinggalkan aku sendiri. Tak ada lagi kamu yang menemaniku. Kini hanya tersisa sepi dari mu.
Ku lihat bintang... Kau berkata, jika aku rindu kamu ... pejamkan mataku dan lihat langit.. maka aku akan menemukanku..
Namun ... kau berbohong.. Aku tak pernah melihatmu ...
Kenapa... ???? Kenapa kamu pergi...?? Kenapa tak kau ajak saja aku bersamamu...
Tahukah kamu... Aku merindukan mu...
Tangisku pun pecah di malam itu..
Mengingat saat dimana kau pergi ... Seandainya kamu tak mendorongku di jalan waktu itu.. Yang seharusnya pergi bukan kamu... Tapi aku.
Semenjak Robi pergi.. Tak dapat lagi Dinda lalui hari hari dengan senyuman lagi. Selalu ada air mata yang membasahi pipi..
Meski ia coba untuk melawan semua rasa sedihnya, tapi tetap saja tak mampu.
Hanya nama Robi yang kini selalu ia ingat, menemaninya. Tak ada lagi candanya... Robi pergi sebelum tahu bahwa Dinda pun punya perasaan yang sama terhadapnya....
Aku lalui hari ku penuh harap bertemu dengan mu meski ku tahu itu tak kan mungkin.
Hanya sedikit harapku untuk bertemu kamu walau hanya dalam mimpi... ucap Dinda sambil melihat langit.