Pranggg.....
Arghhhhhhhh......
Teriakan yang keras di malam hari terdengar dari kamar Dito.
Dito menghancurkan semua yang ada di kamar membanting botol minuman keras yang telah ia minum... Sambil menangisi diri sendiri, ia terbuai dalam lamunannya... Tak terasa air matanya pun terjatuh.
Dito menangis sejadi jadinya. Ya, sosok lelaki pembangkang itu kini terlihat sangat lemah ... Menangis di pojok kamar dengan luka di tangannya akibat dari menghancurkan benda yang ada di kamar..
"Sheila........" ucap Dito sambil terus menangis sambil terus melihat foto perempuan yang ada di Hpnya.
Awalnya Dito dan Sheila adalah pasangan kekasih yang saling mencintai. Sosok Dito yang terkenal nakal dan seorang yang brutal pun berubah setelah mengenal Sheila.
Sheila, sosok perempuan sederhana yang dengan tulus menyayangi Dito.
Mereka semakin saling mencintai, hingga pada akhirnya Dito menyadari perasaannya pada Sheila. Semakin besar perasaannya pada Sheila, dan semakin ingin Sheila bersamanya.
Dito yang merasa tak pantas untuk Sheila pun berubah..
Hingga di suatu malam Dito sengaja berulah, memulai pertengkaran dengan Sheila.
"Benci aku, Sheil......" Bentak Dito pada Sheila sambil melihat wajah Sheila yang menangis pada waktu itu.
Sheila yang tak pernah di bentak sedikitpun merasakan sakit hati, terlebih perlakuan Dito yang menjadi kasar. Sheila memohon Dito untuk tidak pergi darinya dan tetap menjalani hubungan mereka. Namun Dito semakin menjadi dan tetap meminta Sheila untuk membencinya.
Meski dalam hatinya pun sebenarnya Dito merasakan sakit karena harus menyakiti Sheila.
Sampai Dito yang berbuat kelewatan hendak melecehkan Sheila....
Plakkkkkk......
Tamparan mendarat di pipi Dito. Sheila yang teramat sakit hati dan kecewa menampar Dito.
Sheila berlari dan menangis tanpa henti. Ia tak pernah menyangka Dito melakukan hal yang seperti itu padanya. Karena ia yakin Dito sangat mencintainya.
Sementara Dito, hanya terdiam tertunduk menangis dan menyesali perbuatannya. Dia menangis karena hanya itu yang bisa membuat Sheila membencinya, dan menemukan kebahagiaan tanpanya.
Lambat laun tahun pun berganti dari kejadian di malam itu. Kini Sheila dan Dito seperti orang asing yang tak saling kenal. Walau sebenarnya mereka berdua memiliki perasaan yang masih sama.
Dito memilih untuk menikah karena tak bisa melupakan Sheila. Namun yang tak pernah ia duga, meskipun ia menikah dengan orang lain. Ia tak mampu melupakan Sheila. Tak lama pernikahan Dito pun berantakan.
Hingga pada akhirnya ia pun hidup sendiri, mungkin karma pikirnya dalam hati. Kembali Dito melihat album kenangan nya dengan Sheila...
Teringat kembali kekasihnya itu... Sungguh Dito menyadari kesalahannya pada Sheila dulu. Seandainya Sheila tahu semua ia lakukan agar Sheila mendapatkan pasangan yg lebih baik dari dia. Akan kah Sheila memaafkan Dito...???
Dito mencari keberadaan Sheila.. Dan kembali ke kamlung halamannya. Dengan tekad untuk memperbaiki hubungannya kembali bersama Sheila...
Namun, Dito terlambat... Saat ia ingin memperjuangkan perasaannya kembali Sheila sudah mempersiapkan pernikahan...
Karena Sheila pikir tak baik terus memikirkan Dito yang sudah menjadi suami orang lain... akhirnya Sheila menerima lamaran seseorang yang mendekatinya setelah Dito menikah.
Sayang ...Dito tak mengetahui perasaan Sheila. dan sheila pun demikian.
Mengetahui Sheila yang akan menikah, membuat Dito hancur... Dan menyesali perbuatannya dulu. Kini semua telah terlambat untuk di perbaiki. Dito hanya mampu menyalahkan diri sendiri...