Setelah ku beri penawaran, ku telisik sesaat ia terkesiap, matanya berbinar, senyumnya mengembang lebar kemudian ia kembali dengan sikapnya yang datar seraya berkata "huh... hanya segitu?". Aku menyeringai lantas berdiri ingin meninggalkannya namun segera ia halangi diriku sebelum ku beranjak dari tempatku. Ia berkata "oke-oke aku terima tawaran mu", ku mengulum senyum simpul sambil berlalu meninggalkannya yang masih terpaku kebingungan tentang perubahan sikapku.