Disini angin berhembus sayup teduh terasa, seakan mengajakku untuk mengukir momen indah. Diantara banyak orang yang lalu lalang mengabadikan diri dalam sebuah frame Masjid Quba 99, aku lebih memilih duduk diam menghantarkan angan jauh untuk menyapa dirimu yang tengah beraktivitas.
Apa kabarmu daeng? Orang yang saat ini ku percaya di tengah perantauan ku untuk melanjutkan studi. Kenapa harus disini? Kenapa harus di kotamu? Mungkinkah ini adalah cara Tuhan untuk mempertemukan kita setelah 7 tahun lamanya komunikasi terjalin tanpa temu?
Hubungan yang berawal lewat media sosial yang mengantarkan kita untuk menjalin silaturahmi hingga tak terasa bertahun-tahun lamanya telah berlalu.
Rasa yang kerap kali datang seakan membawa perasaan ini kembali terbang, melayang dengan segala perhatian yang kamu berikan. Siapakah dirimu? Siapa kamu? Mengapa kita berdua betah dengan komunikasi yang terjalin selama ini, meski kenyataannya aku belum tahu siapa dirimu sebenarnya.
"Aku adalah pengagum mu, maukah kau menjadi istriku?", Itulah jawab yang sering aku terima, jika pertanyaan tentang siapa dirimu selalu ku lontarkan.
Hingga akhirnya waktu mempertemukan kita. Aku berada di kota mu daeng, kota dimana kau berada, kota yang selalu menjadi impian kita untuk mewujudkan pertemuan itu, akhirnya pertemuan itu terjadi, dan kita berada di tempat yang sama, kita menghirup udara di tempat yang sama 🥰, seketika bahagia mengalir, jelas terasa... Penyambutan mu yang sama, cara bicara mu yang sama seperti kata per kata yang sering kau ungkapkan dalam momen chatting via WhatsApp, semakin membuat ku kagum untuk mengenal dirimu.
#Meet up first time
"Kamu mau kemana?", Tanya kamu ketika melihat update status WhatsApp ku dengan emoticon pesawat.
"Kemana menurut mu, coba tebak", jawabku. Dan seketika tidak ada jawaban lagi dari mu, hanya kata maaf yang bisa ku ucapkan karena belum bisa untuk memberitahukan yang sebenarnya.
#Makassar
Hari ini aku bertolak ke kota mu daeng, tanpa sepengetahuan mu, namun 2 hari telah berlalu, terasa tidak bisa untuk tidak berkata jujur. Begitu pun dengan keadaan yang membuatku harus membuka komunikasi lagi. Tolong aku dengan segala keterbatasan ku yang masih beradaptasi di kota mu.
Seketika kau pun bertanya dengan segala peduli dan perhatian mu.
"Kamu sebenarnya dimana?", Tanya kamu yang membuatku akhirnya untuk berkata jujur.
"Nanti aku kesana", jawab mu, yang membuat hati ku kembali tenang.
Malam akhirnya datang, waktu menjadi temu yang tepat menurut mu, terpenuhi. Kau tepati janji, Kau datang dengan segala kesederhanaan mu, keyakinan untuk menyatukan perasaan ini, rindu yang telah bersemayam sejak lama. Obrolan itu akhirnya di mulai, percakapan itu akhirnya terjalin lebih lama, tertawa bersama, mengingat setiap momen yang menjadi pembahasan saat masih LDR dulu. Hingga waktu terasa cepat berlalu membuatmu harus mengakhiri obrolan malam ini.
"Aku pamit yaa, Jangan keluar malam, kalau ada perlu apa-apa hubungi aku, tidak usah merasa sungkan", kata mu
"Terima kasih sudah menjadi orang baik ya", jawabku sambil tersenyum.
Dan di depan pintu kau menatapku sambil berkata, "Kita sudah ngobrol beberapa jam tapi belum berjabatan tangan", yang akhirnya aku sambut dengan senyuman sambil mengulurkan tangan ku untuk berjabat tangan, hehehe...... Bahagia terasa malam ini dengan kehadiran mu.
10 menit telah berlalu ada notifikasi dari WhatsApp ku ternyata dari kamu.
"Terima kasih ya", kata kamu
"Terima kasih untuk apa? Aku yang seharusnya bilang terima kasih loh", Jawabku
"Terima kasih untuk waktu, kesempatan dan .. ", jawab mu (entah apa yang menjadi kelanjutannya kita tunggu saja nanti 😀)
"Terima kasih yaa sudah menjadi orang baik yang ku percaya di kota ini", jawab ku yang kemudian kau balas dengan, "istirahat yaa..
Pagi pun akhirnya berganti...kau datang lagi untuk mengajak ku mengelilingi kota ini dengan mengenal beberapa tempat belanja , lokasi studi dan tempat lain yang menjadi tujuan utama.
Kini...Tidak ada lagi sekat, karena temu itu akhirnya nyata. Pedulimu, perlakuan mu, sikapmu yang membuat ku bertahan untuk tetap dan selalu ada untuk mu.
Seperti malam ini lagi....
"Apa kamu pernah makan jalangkote?", Tanya kamu sambil mengirimkan video makanan yang ternyata adalah khas dari daerah ini.
"Iya, tapi versi daerahku", jawab ku
"Aku kesana ya, mau antarkan makanan ini ke kamu", jawab kamu yang aku iyakan dengan perasaan tersanjung, dan beberapa menit kemudian kamu datang menghampiri.
"Ayo..masuk dulu ke rumah", ajak aku
"Sudah larut malam, gak usah ya, nanti besok aja", kata kamu sambil memberikan sebuah kotak kecil makanan yang membuatku tersenyum bahagia, sekalian malam Mingguan kata hati ku mulai menggelitik. Betapa hebatnya kamu yang mulai menyentuh hatiku, yang mampu buatku melupakan seseorang yang lama tak bergeser dari ruang hati.
Terima kasih daeng, telah menjadi orang baik yang ku percaya di kehidupan ku yang kini telah berada jauh dari kampung halaman ku. Semoga engkau adalah orang baik yang dikirim Tuhan untuk menjadi penjaga ku, malaikat pelindung ku selama berada di ranah perantauan ini.
#RA22112022🎉🎊❤️