judul : dimensi yang mencekam
"meong meong" keluarga kucing yang sangat ramah. dan lihat lah itu dia adalah seoarang anak yang senang menganiaya anak kucing, kita lihat apa yang akan dia lakukan. "haah, masa ga ada kucing sih di sekitaraan sini, ga seru nih kalau gini, ga ada mainan"
"meong meong" lihat lah anak kucing itu, sepertinnya anak kucing itu kehilangan keluarga nya, semoga anak nakal itu tidak melihat kucing ini,
anak nakal itu pun langsung mendengar suara kucing dari semak semak, ia pun langsung berlari untung menangkap nya "hei... kemarilah, aku akan merawat mu dengan sangat baik" kucing itu pun dengan rasa gembira langsung mendekati anak nakal itu "meong meong meong"
"iya benar sekali anak kucing, ucucu"
saat anak kucing itu mendekat anak nakal itu pun langsung menangkap nya dan setelah itu ia menganiaya anak kucing itu sampai anak kucing itu mati, "HAHAHAHAHA DASAR KUCING LEMAH" ayah kucing itu pun melompat dari semak semak dan langsung mencakar muka sang anak nakal "MEONG!!! MEONGG!!!"
"DASAR KUCING SIALAN, MATI SAJA KAU" ayah kucing itu pun langsung membawa anak nya dan melompat ke semak semak, "HAHA pengecut ga berani ngelawan, ah udah lah mending masuk ke rumah" saat anak nakal itu sudah masuk ke rumah, rumah itu menjadi sangat gelap gulita tidak cahaya sedikit pun, anak nakal itu pun sangat ketakutan ia berjalan dengan rasa takut yang sangat Hebat, ia pun langsung berfikir positif bahwasannya gelap gulita ini terjadi karena habis token, ia pun kembali tersenyum dan berjalan dengan tegak, tiba tiba ruangan di samping kiri nya menyala dan terdapat 3 orang yaitu sepupu nya dan paman nya, ia pun langsung lega karena masih ada orang di rumah nya, tetapi 3 orang itu diam dan tidak melakukan aktivitas apapun tatapan mereka kosong, anak nakal itu pun langsung ketakutan dan berlari sekuat tenaga ke arah kamar nya, dan ia membanting pintu dan mengunci pintu dan ia langsung menyalakan tv dengan volume yang sangat keras, ia pun mengambil senter, setelah itu ia mencoba untuk menyenter dari kamar nya sampai ke ruangan bawah, tetapi ia tidak melihat 3 orang itu, saat dia senter, cahaya itu memantul ke sisi lain sehingga ruangan itu tidak bisa terkena, ia pun langsung panik dan mengambil selimut nya dan membuka nya selebar lebar mungkin dan ia menutup seluruh tubuh nya menggunakan selimut, dan ia menyenter di dalam selimut, sehingga nanti yang ia fikirkan tidak masuk ke dalam zona selimut nya, tiba tiba ada yang menarik selimut nya dan ternyata itu adalah kakak nya, kakak nya sudah lama ada disitu, ia pun langsung mengambil semua selimut itu dan tidak menyisahkan sedikit selimut pun kepada sang adik, sang adik pun langsung panik karena tiba tiba tv mati, dan ia pun langsung menarik selimut itu meskipun ia hanya bisa mengambil sedikit, ia sangat ketakutan, tiba tiba sang paman memanggil 2 bersaudara ini. tetapi sang kakak tidak berani turun sehingga sang adik yang turun untuk melihat keadaan, ia melihat bahwa paham nya sedang melihat nya dari atas dan mengajak nya mengobrol, ia pun langsung tersenyum dan langsung mendekati paman nya, paman nya pun berkata "kamu tadi ngapain lari ke atas ? takut gelap ta kamu ? HAHA" anak nakal itu pun berkata dengan rasa lega "HAHA,iya paman, tadi kukira kenapa kok pada diem semua terus rumah nya jadi gelap gulita ta pikir apa" anak nakal itu pun langsung memanggil kakak nya "mas!! ayo turun ini ternyara cuma prank, kita kena prank ini, HAHA" kakak nya pun berjalan pelan dan langsung kembali tersenyum dan turun ke bawah untuk bergabung dengan sang adik, saat sang kakak berjalan di tangga sambil tersenyum sang adik pun bertanya dengan kebingungan kepada paman nya
"di dagu nya paman kok ada dua piring ? buat apa paman ?" paman nya pun seketika langsung diam, anak nakal itu pun langsung kembali ketakutan dan ia melihat bahwa sepupu nya juga memiliki piring di dagu, ia pun mencoba memanggil paman nya "paman!? paman!!!, BANGUNN paman!!!" sambil menggerakkan pundak sang paman, tiba tiba mata sang paman pun bercahaya yang membuat seluruh ruangan menjadi putih dan seluruh ruangan pun hilang tidak tersisah seperti didalam kotak putih, tiba tiba anak nakal itu di pertemukan dengan seseorang yang sedang duduk, ia berkata "selamat datang mau bertemu dengan siapa ?" anak nakal itu pun berkata "maaf ini dimana ya ?saya tadi terkena cahaya dari mata paman saya sehingga saya terbawa di tempat ini" orang itu pun seketika diam dan menunjuk ke arah dinding yang awal nya hanya putih menjadi sebuah komik, anak nakal itu pun kebingungan dan ia melihat kakak nya dengan penuh keraguan, kakak nya pun berjalan seperti sedang di hipnotis dan ia berkata "Ayo mari kita pergi" anak nakal itu pun mengikuti sang kakak, dan mereka berdua memasuki dunia komik yang sangat tidak asing bagi mereka, mereka pun mulai berjelajah di dalam komik itu, sampai akhirnya sang anak nakal itu pun bangun dari mimpi nya
TAMAT....