Aku punya imagine membuat cerita (Mitologi Yunani) tentang Apollo yang ‘yandere’ dan memiliki anak perempuan yang bernama Heliosia panggilannya ‘Helia' ‘Demigod’mythology Greek god~(hanya rambutnya) yang memiliki kekuatan penyembuhan melalui suara, nyayian dan rambutnya (gabungan), 🌞🔥💛
_____
Di bawah langit Olympus, para dewa biasanya membiarkan anak-anak demigod mereka tumbuh di dunia fana, menghadapi takdir yang keras, atau mati dalam dekapan waktu. Namun, tidak bagi **Apollo**.
Ketika putrinya lahir, sang Dewa Matahari melihat untaian takdir yang berbeda melalui mata nubuatnya. Bocah kecil itu tidak boleh disentuh oleh kefanaan. Ia adalah mahakarya, buah hati yang paling berharga, dan Apollo memutuskan untuk melanggar segala tradisi:
**Ia akan membesarkan putrinya sendiri di dalam istana emasnya.**
🔮 Nubuat dan Kekuatan Sang Putri Emas
Sejak tangisan pertamanya menggema, Apollo sudah mengetahui bahwa putrinya istimewa.
Melalui kemampuan ramalannya, ia melihat kilasan masa depan di mana sang putri memiliki kekuatan penyembuhan murni—sebuah perpaduan sempurna dari seluruh aspek terbaik dirinya:
**cahaya matahari, musik, dan kehidupan.**
Kekuatan sang putri memiliki dari tiga hal yang saling terikat:
*Rambut Emas yang Hidup:** Berbeda dengan manusia biasa, rambutnya tumbuh sangat panjang, berkilau seperti benang emas murni yang ditenun langsung dari sinar matahari (Helios). Rambut ini memancarkan hawa hangat yang menenangkan.
**Nyanyian Suci:** Suaranya adalah melodi paling indah di alam semesta. Ketika ia menyanyi, frekuensi suaranya mampu menenangkan badai dan meredakan amarah para dewa.
**Penyembuhan Absolut:** Ketika sang putri menyanyikan lagu pujian kuno sambil membalut luka seseorang dengan helai rambut emasnya, keajaiban terjadi. Luka sedalam apa pun akan menutup, penyakit paling mematikan akan lenyap, dan jiwa yang sekarat akan ditarik kembali dari ambang gerbang Hades.
______
Ibu dari sang putri adalah seorang Nimfa hutan yang jelita. Mengetahui Apollo berniat membawa anak mereka ke Olympus, sang Nimfa menolak keras. Ia menganggap Olympus adalah tempat yang kejam bagi seorang demigod dan menuduh Apollo egois.
Namun, cinta seorang dewa matahari menolak mentah tidak mengenal kompromi atau negosiasi. Apollo tidak membiarkan siapa pun, bahkan ibu kandung anaknya, menghalangi rencananya.
Dengan senyum yang teramat cerah namun memancarkan aura intimidasi yang membakar, Apollo mendatangi sang Nimfa di tengah hutannya. Langkah kaki Apollo membuat rumput di sekitarnya mengering karena hawa panas.
> "Dia adalah milikku, Nimfa kecil. Darah dewa di tubuhnya jauh lebih kuat daripada darah hutanmu," bisik Apollo, suaranya terdengar ramah namun sedingin es.
> "Jangan pernah berpikir untuk mendekatinya, atau mencoba mengabaikan peringatanku. Jika engkau berani menyusup ke istanaku atau mencampuri urusan kami, aku bersumpah demi Sungai Styx... aku akan menurunkan matahari begitu dekat ke hutanmu, hingga setiap pohon, kelopak bunga, dan tempat persembunyianmu berubah menjadi abu yang tak berbekas."
Sejak hari itu, sang Nimfa tidak pernah berani lagi menyebut nama putrinya.
Apollo membawa putrinya ke bagian terdalam kuilnya yang paling megah.
Di sana, ia membangun sebuah menara tinggi berlapis marmer putih dan emas, tempat di mana sang putri tumbuh tanpa pernah menyentuh tanah dunia fana yang kotor.
Apollo memanjakan putrinya dengan segala kemewahan: sutra terbaik, makanan para dewa (ambrosia), dan instrumen musik yang terbuat dari perak. Namun, di balik semua kemanjaan itu, perlindungan Apollo sangatlah mencekik:
Tidak ada dewa lain yang diizinkan melihat putrinya. mungkin saja saudarinya Artemis boleh bertemu dengannya, atau ayahnya, Zeus, dilarang mendekati menara tersebut. Apollo mengklaim dunia luar terlalu berbahaya untuk
"bunga mataharinya yang rapuh."
Pada Setiap malam, Apollo sendiri yang akan menyisir rambut emas putrinya yang luar biasa panjang menggunakan sisir dari cangkang mutiara murni. Ia akan mendengarkan putrinya bernyanyi, memejamkan mata, dan berjemur dalam kekuatan penyembuhan yang memabukkan itu. Bagi Apollo, putrinya adalah satu-satunya penawar rasa sunyi yang ia miliki.
Apollo tahu, sebagai seorang demigod, putrinya masih memiliki batas umur manusia, meski kekuatannya sangat besar. Pikiran bahwa suatu hari putrinya akan menua dan pergi ke Dunia Bawah membuat sisi gelap sang Dewa Matahari bergejolak. Ia tidak akan membiarkan kematian merebut mangsanya.
Karena nubuat telah menunjukkan besarnya kekuatan sang putri, Apollo kini sedang mempersiapkan sebuah ritual suci. Ia mengumpulkan nektar suci dan meminta restu paksa dari takdir untuk
·˚ ༘₊· ͟͟͞͞꒰➳
**mengubah putrinya menjadi seorang dewi kecil (Minor Goddess) keabadian.**
Dengan begitu, sang putri akan terikat bersamanya selamanya. Menjadi dewi penyembuhan dan cahaya fajar yang baru, yang selamanya berada di bawah pengawasan sepasang mata emas Apollo yang posesif. Di dalam istana matahari, sang putri akan terus bernyanyi, menyembuhkan, dan bersinar—hanya untuk ayahnya, selamanya.