Di sebuah sudut Tokyo yang damai berdiri rumah keluarga Hanagaki, rumah sederhana yang selalu dipenuhi tawa, pertengkaran kecil, dan aroma masakan hangat setiap sore. Bagi orang lain, keluarga Hanagaki hanyalah keluarga biasa. Namun, bagi mereka sendiri, rumah itu adalah tempat berlindung dari dunia yang penuh kekacauan.
Kepala keluarga, Akihiro Hanagaki, adalah seorang detektif senior yang dikenal memiliki naluri tajam. Selama bertahun-tahun ia menangani berbagai kasus kriminal yang melibatkan organisasi berbahaya. Karena pekerjaannya, Akihiro jarang menceritakan apa yang terjadi di luar rumah. Baginya, keluarganya harus tetap hidup tenang, jauh dari ancaman dunia kriminal.
Di sisi lain, istrinya, Airi Hanagaki, adalah seorang dokter yang bekerja di rumah sakit besar Tokyo. Sikapnya lembut, tetapi ketegasannya mampu membuat seluruh anggota keluarga mematuhi aturan. Tidak peduli seberapa sibuk pekerjaannya, ia selalu menyempatkan diri memasak makan malam agar seluruh keluarga bisa berkumpul.
Mereka memiliki empat anak.
Takemichi Hanagaki, anak pertama, dikenal sebagai sosok yang mudah menyerah di mata orang lain. Namun, keluarganya tahu bahwa Takemichi memiliki hati paling kuat. Ia selalu melindungi adik-adiknya meski sering menjadi orang pertama yang terluka.
Adik keduanya, Haruka Hanagaki, berbeda jauh dari Takemichi. Haruka adalah siswi SMA yang cerdas, tenang, dan memiliki kemampuan bela diri sejak kecil. Akihiro diam-diam melatihnya karena melihat bakat luar biasa dalam diri putrinya.
Anak ketiga, Ren Hanagaki, adalah remaja yang menyukai teknologi. Ia sering membongkar komputer, membuat program sederhana, bahkan merakit drone hanya dari barang bekas. Walaupun tampak santai, Ren memiliki kemampuan mengumpulkan informasi yang luar biasa.
Sementara itu, si bungsu Yuna Hanagaki menjadi cahaya keluarga. Senyumnya mampu menghapus rasa lelah semua orang. Yuna selalu percaya bahwa keluarganya adalah keluarga paling hebat di dunia.
---
Suatu malam hujan turun deras.
Jam dinding menunjukkan pukul sebelas malam ketika Akihiro pulang dengan wajah penuh luka. Jas detektifnya robek di beberapa bagian.
"Ayah!"
Takemichi berlari membantunya.
"Ayah tidak apa-apa?" tanya Haruka.
Akihiro hanya tersenyum tipis.
"Hanya kecelakaan kecil."
Namun Haruka tahu itu bukan kecelakaan.
Di saku ayahnya terdapat sebuah lambang naga hitam berwarna emas, lambang yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Malam itu, Haruka diam-diam menyimpan lambang tersebut.
Ia belum tahu bahwa benda kecil itu akan mengubah kehidupan keluarga Hanagaki selamanya.
---
Beberapa hari kemudian, Akihiro menerima ancaman anonim.
"Berhenti menyelidiki... atau keluargamu menjadi korban berikutnya."
Akihiro memilih merahasiakannya.
Namun, seseorang mulai mengawasi rumah Hanagaki.
Mobil hitam selalu parkir di ujung jalan.
Orang asing mulai mengikuti Takemichi saat pulang sekolah.
Ren beberapa kali menemukan upaya peretasan terhadap komputer rumah.
Dan Yuna hampir diculik ketika pulang dari taman.
Sejak saat itu, Akihiro memutuskan satu hal.
"Kalian semua harus belajar melindungi diri."
Latihan keluarga dimulai setiap pagi.
Takemichi belajar bertarung dengan tangan kosong.
Haruka mempelajari strategi.
Ren bertanggung jawab atas komunikasi dan teknologi.
Yuna belajar mengenali situasi berbahaya.
Tanpa mereka sadari, keluarga biasa itu perlahan berubah menjadi keluarga yang mampu menghadapi ancaman besar.
---
Di balik semua itu berdiri sebuah organisasi kriminal bernama Kuro Hebi, kelompok yang diam-diam menguasai berbagai wilayah Tokyo. Pemimpinnya percaya bahwa Akihiro menyimpan bukti yang dapat menghancurkan organisasi mereka.
Mereka pun mulai mengincar keluarga Hanagaki.
Malam penyerangan pertama menjadi awal dari semuanya.
Rumah Hanagaki diserang sekelompok pria bertopeng.
Takemichi yang biasanya dianggap lemah berdiri paling depan untuk melindungi adik-adiknya.
Haruka bertarung tanpa ragu.
Ren mematikan seluruh listrik lingkungan agar musuh kehilangan arah.
Yuna berhasil membawa Airi ke tempat aman.
Ketika polisi akhirnya datang, para penyerang telah menghilang.
Namun mereka meninggalkan satu pesan.
«"Ini baru permulaan."»
---
Sejak malam itu, kehidupan keluarga Hanagaki tidak pernah sama lagi.
Di sekolah, Takemichi mulai menyadari bahwa beberapa teman lamanya ternyata juga menjadi target.
Haruka menemukan bahwa organisasi Kuro Hebi memiliki hubungan dengan beberapa geng terkenal di Tokyo.
Ren berhasil meretas jaringan komunikasi mereka dan menemukan daftar nama orang-orang yang sedang diburu.
Yang paling mengejutkan...
Nama keluarga Hanagaki berada di urutan pertama.
Perjalanan mereka untuk bertahan hidup baru saja dimulai.
Di tengah ancaman, pengkhianatan, dan rahasia yang perlahan terungkap, satu hal tetap tidak berubah.
Keluarga Hanagaki akan selalu berdiri bersama.
Karena bagi mereka, keluarga bukan hanya tentang hubungan darah.
Keluarga adalah alasan untuk terus bangkit, bahkan ketika waktu, takdir, dan dunia berusaha memisahkan mereka.