Fiersa Besari adalah seorang musisi (sering disapa Bung Fiersa). Ia juga merupakan sosok penulis novel sekaligus seorang konten kreator. Ia lahir di Bandung pada 3 Maret 1984
Fiersa tumbuh di Kota Bandung.
Ia sempat mencoba bekerja sebagai pegawai kantoran selama beberapa bulan. Namun, kegemerannya pada dunia musik membuatnya memutuskan berhenti untuk mendirikan studio rekaman independen pada tahun 2009. Fiersa memulai Karier Musiknya dari skena indie sebagai anggota band Hellfairies dan Eat Well Earl disingkat (E.W.E).
Setelah grup-grup tersebut tidak berlanjut, ia memutuskan untuk bersolo karier.
Awal solo karier pada tahun 2012,ia merilis album 11:11 secara mandiri dan habis terjual.
Salah satu karya pentingnya adalah "Tempat Aku Pulang", lalu disusul dengan karya lainnya. Musik Fiersa umumnya memiliki nuansa folk, indie pop, dan pop rock, dengan lirik yang banyak mengambil tema kehidupan dan perasaan manusia.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Bandung, Fiersa melanjutkan pendidikan tinggi di STBA Yapari-ABA Bandung, dengan mengambil jurusan Sastra Inggris.
Latar belakang pendidikan sastra Inggris serta kecintaannya pada bahasa Indonesia membuat gaya penulisan Fiersa terasa puitis, jujur, dan mudah dipahami oleh generasi muda (Gen Z).
Selain musik, Fiersa Besari memiliki perjalanan yang sangat kuat dalam dunia kepenulisan. Sebelum dikenal sebagai penulis buku, ia telah aktif menulis dan membagikan pemikirannya. Tulisan tulisannya memiliki ciri khas berupa kalimat yang puitis, sederhana, dan sama dengan pengalaman kehidupan.
Buku pertamanya yang cukup dikenal adalah Garis Waktu, yang diterbitkan pada 2016. Buku tersebut mendapatkan respons positif dari pembaca dan menjadi salah satu karya yang membuat namanya semakin terkenal sebagai penulis.
Ciri khas karya Fiersa Besari adalah penggunaan bahasa yang relatif sederhana tetapi puitis dan reflektif.
Selain musik dan buku, Fiersa Besari dikenal memiliki ketertarikan besar terhadap alam dan kegiatan mendaki gunung.
Perjalanan dan kegiatan di alam menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Ia sering membagikan pengalaman perjalanannya melalui media sosial dan akun YouTube.
Pada 2025, Fiersa juga telah berhasil menyelesaikan pendakian Carstensz Pyramid. Peristiwa itu yang menunjukkan bahwa kegiatan berpetualang merupakan salah satu bagian penting dari kehidupannya.
Fiersa Besari menikah dengan wanita bernama Aqia Nurfadla pada 14 Juli 2019. Pernikahan tersebut kemudian dikaruniai seorang anak perempuan bernama Kinasih Menyusuri Bumi, yang lahir pada 16 Februari 2021.
Kehidupan keluarga juga menjadi bagian baru dalam perjalanan Fiersa. Setelah menjadi seorang ayah, kehidupannya tidak hanya berfokus pada musik, tulisan, dan perjalanan, tetapi juga pada keluarganya.
Hingga 2026, Fiersa Besari masih dikenal sebagai salah satu figur Indonesia yang aktif dalam bidang musik, kepenulisan, dan konten perjalanan. Ia terus menjalankan berbagai aktivitas kreatif dan tetap membagikan pemikiran serta pengalamannya kepada masyarakat melalui karya dan media sosial.
Jadi kesimpulan nya adalah
Fiersa Besari adalah sosok yang menunjukkan bahwa seseorang dapat mengembangkan lebih dari satu gaya dalam kehidupannya. Berawal dari kecintaannya terhadap musik dan sastra, ia kemudian berkembang menjadi musisi, penulis, dan pencinta alam.
Perjalanan hidupnya dimulai di Bandung pada 3 Maret 1984, dilanjutkan dengan pendidikan Sastra Inggris di STBA Yapari-ABA Bandung, kemudian masuk ke dunia musik sejak sekitar 2009.
Dalam kehidupan keluarga, ia menikah dengan Aqia Nurfadla pada 2019 dan memiliki seorang putri bernama Kinasih Menyusuri Bumi. Sampai saat ini perjalanan Fiersa Besari masih terus berlangsung.