Sejak kecil, Aria Valencia selalu percaya bahawa kebaikan akan dibalas dengan kebaikan.
Dia percaya jika dia mencintai seseorang dengan tulus, maka suatu hari orang itu akan menghargainya.
Namun ternyata, dunia tidak selalu seadil yang dia bayangkan.
Selama bertahun-tahun, Aria menjadi seseorang yang selalu mengalah.
Di keluarga, dia hanya dianggap sebagai anak biasa yang tidak memiliki kelebihan apa pun.
Di sekolah, dia sering menjadi bahan ejekan kerana penampilannya yang sederhana dan sikapnya yang pendiam.
"Aria? Dia tidak mungkin bisa sukses."
"Dia terlalu lemah untuk menghadapi dunia."
Kata-kata itu terus menghantuinya.
Tetapi Aria selalu tersenyum.
Bukan kerana dia tidak terluka.
Melainkan kerana dia sudah terlalu terbiasa menyembunyikan rasa sakitnya.
---
Hari yang paling menghancurkan hidupnya datang ketika orang yang paling dia percayai mengkhianatinya.
Sahabatnya sendiri mengambil semua hasil kerja kerasnya dan mengaku sebagai miliknya.
Ketika Aria mencoba menjelaskan, tidak ada seorang pun yang percaya.
Bahkan orang yang dia cintai memilih berdiri di pihak lain.
"Aku pikir kamu berbeda, Aria. Ternyata kamu sama saja seperti yang lain."
Kalimat itu membuat hatinya hancur.
Dia pulang malam itu dengan air mata yang tidak berhenti mengalir.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Aria bertanya kepada dirinya sendiri...
"Apakah aku memang tidak berharga?"
---
Namun malam itu juga menjadi akhir dari Aria yang lama.
Dia berhenti mengejar pengakuan dari orang lain.
Dia berhenti memohon untuk dipahami.
Dan dia mulai memilih dirinya sendiri.
Hari demi hari, Aria membangun hidupnya kembali.
Saat orang lain sibuk meremehkannya, dia sibuk belajar.
Saat orang lain tertawa melihat kegagalannya, dia sibuk memperbaiki dirinya.
Dia tidak berubah untuk membalas mereka.
Dia berubah kerana akhirnya dia menyadari bahawa dirinya pantas mendapatkan lebih.
---
Beberapa tahun kemudian...
Nama Aria Valencia bukan lagi nama yang dianggap remeh.
Dia menjadi seseorang yang dihormati.
Seseorang yang berdiri dengan percaya diri tanpa membutuhkan persetujuan siapa pun.
Di sebuah acara besar, orang-orang yang dulu menjatuhkannya kembali bertemu dengannya.
Mereka terdiam.
Wanita sederhana yang dulu mereka hina kini berdiri dengan aura yang berbeda.
"Kamu... benar-benar berubah."
Aria tersenyum kecil.
"Bukan aku yang berubah."
Dia menatap mereka dengan tenang.
"Aku hanya berhenti menjadi seseorang yang kalian inginkan."
Suasana menjadi sunyi.
Mereka baru menyadari satu hal.
Mereka kehilangan seseorang yang dulu selalu membantu mereka.
Seseorang yang selalu memaafkan kesalahan mereka.
Seseorang yang pernah memberikan segalanya.
Tetapi sekarang...
Aria tidak lagi menunggu mereka mengerti nilainya.
Karena seseorang yang benar-benar menghargai dirinya sendiri tidak akan kembali ke tempat di mana dia pernah dihancurkan.
Dan hari itu...
Orang-orang yang dulu membuatnya menangis hanya mampu melihatnya pergi.
Bukan kerana Aria membalas dendam.
Tetapi kerana keberhasilannya adalah bukti paling menyakitkan bagi mereka.
Bahawa gadis yang mereka anggap tidak berguna...
Adalah orang yang akhirnya melampaui semua harapan mereka.