Willbrordus Surendra Broto Narendra atau dikenal sebagai W. S. Rendra adalah seorang penyair, dramawan, aktor, dan sutradara teater. Beliau lahir di Surakarta pada 7 November 1935 dan wafat pada 6 Agustus 2009 di Depok.
Ia pernah mengenyam pendidikannya Universitas Gajah dan dari Perguruan tinggi itu ia menerima gelar Doktor Honoris Causa.
Sejak tahun 1950-an Rendra sudah dikenal sebagai seorang seniman sastra di kalangan masyarakat di Surakarta.
Kecintaannya pada karya sastra sudah terlihat saat ia masih duduk di bangku SMP. Sejak SMP ia memang telah mulai menulis puisi, cerita pendek, dan drama, ia juga pernah tampil piawai di atas panggung.
Rendra sudah mulai menulis drama saat duduk di bangku SMA.
Drama pertama yang ditulisnya ialah berjudul "Kaki Palsu" yang ia tulis pada tahun 1952 dan dimainkan di sekolahnya pada saat itu.Tak hanya itu, ia juga menulis drama yang berjudul "Orang-Orang di Tikungan Jalan. Naskah drama itu memenangkan peringkat pertama dalam penghargaan penulisan lakon Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Yogyakarta tahun 1954.
Tahun 1952, Rendra menerbitkan sajak pertamanya pada majalah 'Siasat'. Dari situlah karya Rendra mulai menghiasi majalah-majalah saat itu seperti, Budaya, Indonesia, Mimbar Indonesia, Quadrant, Selecta, dan Horizon, dan karyanya kerap berlanjut di berbagai majalah lainnya. Tahun 1954 Rendra diundang oleh pemerintah Amerika Serikat untuk menghadiri seminar tentang kesastraan di Universitas Harvard.Rendra melanjutkan kuliah di jurusan Sastra Barat. Tahun 1964 ia mendapat beasiswa dari American Academy of Dramatical Art (AADA) untuk belajar drama dan seni. Keberangkatannya ke Amerika Serikat itu membuat kegiatan teater di Yogyakarta terhenti.
Tahun 1968 Rendra mendirikan bengkel teater yang menjadi sangat terkenal di Indonesia karena memberi warna dan suasana dalam kehidupan teater di Indonesia, khususnya di Yogyakarta.
Ia juga membuat drama yang berjudul "Bip-Bop yang dipentaskan pada tahun itu juga. Drama ini terkenal dengan judul "Teater Mini Kata" karena menggunakan kata yang sangat sedikit, hanya ditampilkan dengan gerak dan lagu. Drama itu juga dipentaskan di Taman Ismail Marzuki di Jakarta pada tahun 1988. Rendra juga menulis drama terjemahan, di antara lain yaitu "Odipus Sang Raja" dan "Kasidah Barzanji".
Rendra juga menulis cerita pendeknya di majalah, salah satunya yang berjudul "Ia Punya Leher yang Indah" dimuat dalam majalah Kisah pada tahun 1956. Beberapa cerita pendeknya telah dikumpulkan menjadi kumpulan cerita pendek dengan judul "Ia Sudah Berpetualang" yang terbit pada tahun 1963. A. Teeuw (1989) dalam bukunya Sastra Indonesia Modern II menyatakan bahwa karya Rendra tidak dapat dimasukan ke dalam salah satu angkatan atau kelompok sastra karena karya-karyanya mempunyai kepribadian dan kebebasannya sendiri. H.B. Jassin juga menyatakan bahwa Rendra adalah sastrawan yang sangat penting.
Karya-karya Rendra antara lain yaitu " Balada Orang-Orang Tercinta", "Blues Untuk Bonnie", " Sajak-Sajak Sepatu Tua", "Potret Pembangunan dalam Puisi", "Nyanyian Orang-Orang Urakan", "Disebabkan Oleh Angin", "Orang-Orang Rangkasbitung", " Orang-Orang di Tikungan Jalan", "Selamatkan Anak Cucu Sulaiman", "Mastodon dan Burung Kondor", "Kisah Perjuangan Suku Naga", "SEKDA", dan "Panembahan Reso". Beberapa karya telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa seperi bahasa Inggris, Jerman, Jepang, dan Belanda.
Karyanya juga mendapat penghargaan dan hadiah sebagai : Hadiah Sastra Nasional BMKN tahun 1957, Anugrah Seni dari Mentri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1970, Hadiah dari Akademi Jakarta tahun 1975, Wertheim Award untuk perjuangan Hak-Hak Asasi Kemanusiaan dalam Seni tahun 1991, SEA Write Award tahun 1996.
Tak hanya itu, ia juga dijuluki sebagai "Si Burung Merak" karena penampilannya sebagai dekmarator selalu penuh dengan pesona.