Fiersa Besari adalah musisi sekaligus konten kreator yang banyak di kenal oleh masyarakat Indonesia.Ia lahir di Bandung 3 Maret 1984 dan meneliti karier sebagai vokalis dan gitaris dala grup musik indie bernama kelana.
Namun, popularitas nya semakin mejelit ketika ia menulis buku-buku bergenre motivasi,roman,dan inspirasi yang banyak
di gemari anak muda.Beberapa karya terkenal nya antara lain Garis waktu (2016),catatan juang (2017),dan Arah Langkah(2018),yang berhasil menjadi status best seller di Indonesia.
Selain menulis,Fiersa juga aktif menciptakan lagu dengan lirik puitis dan dalam seperti lagu yang berjudul "Celengan Rindu"dan"Waktu yang salah"yang sering viral di internet atau platform musik digital.Ia di kenal sering dekat dengan penggemar nya dan menceritakan tentang pengalaman mendaki gunung hingga refleksi kehidupan melalui media sosial.Sosoknya di anggap inspiratif karena berhasil memadukan seni musik,sastra,dan gaya hidup yang relatable dengan generasi muda
Pria kelahiran Bandung ini menempuh pendidikan dasar dan menengah di Kota Bandung.Setelah lulus SMA,Fiersa melanjutkan studi di sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari Aba Bandung judusan Sastra Inggris.Pilihannya pada bidang sastra memperkuat kecintaannya terhadap bahasa,penulisan,serta seni literasi yang kelak membentuk gaya menulis puitis dengan penuh makna.
Fiersa besari memulai langkah awalnya di dunia musik sebagai vokalis grup indie.Sejak 2009, bersama rekan bernama Hassan,mereka mulai aktif merekam dan mengarsipkan nya karya karya musik nya.
Pada 2012,Fiersa mencoba untuk menjual album yang ia produksi sendiri.Di masa lalu Fiersa juga bergabung dalam beberapa grup musik,termasuk Hellfairies dan Eat Well Earl, yang lebih dikenal dengan singkatan E.W.E.Setelah periode perenungan yang mendalam, Fiersa memilih untuk mengembangkan karier di solo.Pada tahun 2019,lagu singgel Fiersa pelukku untuk Pelikmu terpilih sebagai lagu tema untuk film "imperfect:karier cinta dan timbangan",yang di sutradai Ernest Prakasa
Musisi dan penulis Fiersa Besari baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah mengikuti ekspedisi pendakian ke Puncak Carstensz, Papua. Hal ini karena adanya insiden tragis yang menimpa dua pendaki wanita, Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Poegiono, yang ditemukan meninggal dunia di puncak tersebut. Kabar mengenai insiden tersebut memicu kekhawatiran di kalangan penggemar dan rekan Fiersa, terutama karena komunikasi antara Fiersa dan istrinya terputus selama pendakian. Istri Fiersa, melalui media sosial, mengungkapkan kekhawatirannya karena pesan-pesannya tidak kunjung dibalas, terlebih mengingat hari ulang tahun Fiersa yang semakin dekat.Situasi ini memunculkan spekulasi di dunia maya mengenai kondisi Fiersa. Namun, informasi terbaru mengonfirmasi bahwa Fiersa Besari selamat dari pendakian tersebut. Ia berhasil dievakuasi dan kondisinya dilaporkan stabil. Fiersa juga menegaskan bahwa dirinya tidak berada dalam satu tim dengan dua pendaki yang meninggal dunia.