Fiersa Besari adalah seorang musisi, penulis dan penggiat alam bebas asal Indonesia. Ia lahir di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 3 Maret 1984.
Fiera Besari menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jakarta dan Bandung, lalu menyelesaikan studi tinggi di bidang Sastra Inggris di STBA Yapari-ABA Bandung, dan meniti karier sebagai vokalis serta gitaris dalam grup musik indie bernama Kelana.
Popularitasnya semakin melejit ketika ia menulis buku-buku bergenre motivasi, roman, dan inspirasi banyak yang di gemari anak muda. Beberapa karya terkenalnya antara lain Garis Waktu (2016), Catatan Juang (2017), dan Arah Langkah (2018), yang berhasil meraih status best seller Indonesia.
Selain sebagai musisi dan penulis, dia juga aktif membagikan pemikirannya melalui media sosial, terutama twitter dan YouTube. Fiersa Besari memulai perjalanan karier nya sebagai musisi independen yang berkarya secara mandiri. Sejak awal, ia menunjukkan ketertarikan pada dunia musik dengan bereksperimen dalam berbagai genre sebelum menemukan ciri khasnya di musik pop dan pop akustik.
Pada tahun 2012, ia merilis album pertamanya yang berjudul 11:11, yang menjadi langkah awalnya dalam dunia musik. Namun, namanya mulai di kenal luas setelah lagu-lagunya seperti celengan rindu dan waktu yang salah viral di media sosial, terutama di platform YouTube dan Spotify.
Musik nya yang penuh makna dengan lirik puitis membuat nya memiliki banyak penggemar, terutama dari kalangan anak muda yang bisa merasakan kedalaman emosional dalam setiap lagunya.
Selain bermusik, Fiersa Besari juga menekuni dunia kepenulisan dan berhasil menerbitkan beberapa buku yang laris di pasaran. Buku pertamanya, garis waktu, dirilis pada 2016 dan langsung mendapat sambutan hangat dari pembaca. Gaya tulisannya yang sederhana tetapi penuh makna membuat banyak orang tertarik pada karyanya.
Kesuksesan buku pertamanya membuatnya terus menulis hingga melahirkan karya lain seperti konspirasi alam semesta, catatan juang, arah langkah, dan tapak jejak. Buku-bukunya sering kali memadukan kisah perjalanan hidup, refleksi diri, serta romansa yang dekat dengan kehidupan anak muda.
Selain di kenal sebagai musisi dan penulis, Fiersa Besari juga memiliki hobi mendaki gunung. Kecintaan terhadap alam sering ia bagikan melalui unggahan di media sosial dan kanal YouTube pribadinya. Dia kerap membagikan perjalanan mendakinya keberbagai gunung di Indonesia, termasuk Rinjani dan Sumeru, serta membagikan pengalaman dan refleksi hidupnya selama perjalanan.
Dalam video tersebut, ia juga menceritakan pengalaman mendaki malam yang mencekam, memeberikan gambaran nyata tentang tantangan yang di hadapi
para pendaki. Baru-baru ini, Fiersa terlibat dalam pendakian ke puncak Carstensz di Papua yang di kenal sebagai salah satu puncak tertinggi dan paling menantang di Indonesia. Sayangnya, ekspedisi ini di warnai oleh tragedi dengan meninggal nya dua pendaki. Fiersa sendiri berhasil selamat dan telah di evakuasi dengan selamat.
Popularitasnya semakin meningkat seiring dengan produktivitasnya dalam berkarya. Keberhasilannya dalam dua bidang sekaligus menjadikannya sebagai salah satu figur inspiratif bagi banyak anak muda yang ingin berkarya di luar jalur industri besar.
Dalam perjalanan kariernya, Fiersa Besari juga menerima berbagai nominasi dan penghargaan yang mengukuhkan posisinya di dunia musik. ia pernah masuk nominasi AMI Awards dalam kategori artis solo pria pop dan album pop terbaik. Meski sering menolak untuk terlalu terikat dengan industri musik mainstream, hadirannya tetap di akui sebagai salah satu musisi berbakat di Indonesia.