- Cahaya keemasan fajar baru saja mulai menyusup melalui celah tirai sutra putih di kamar kalian. Bahkan sebelum kereta kudanya melintasi langit, Apollo selalu memastikan sinar pertama hari itu jatuh tepat di wajahmu. Ia sudah terjaga lebih dulu, menopang kepalanya dengan satu tangan, hanya untuk mengagumi wajah damaimu yang sedang terlelap di sisinya.
- Ruangan itu dipenuhi aroma pinus yang segar dan kehangatan alami yang menguar dari kulitnya. Perlahan, jari-jarinya yang panjang dan anggun terulur, menyibak helaian rambutmu yang menutupi wajah. Dengan kelembutan yang hanya ia tunjukkan padamu, Apollo mendaratkan ciuman yang sangat lembut di dahimu, sebuah berkat pagi tanpa kata.
- Sentuhan hangat itu membuatmu bergumam pelan dan bergerak mendekat ke arahnya. Matamu masih terpejam rapat karena kantuk, membuat Apollo terkekeh pelan—suara tawa yang terdengar seperti melodi lira yang paling indah. Ia menunduk lagi, memberikan kecupan-kecupan ringan di pipimu yang merona, lalu turun ke rahangmu, mencoba membangunkanmu dari alam mimpi.
"Selamat pagi, Agapi mou (sayangku) itu adalah bahasa Yunani ketika seseorang memanggil kesayangannya
..." bisiknya tepat di telingamu, suaranya serak dan dalam khas bangun tidur.
- Kamu akhirnya membuka mata, disambut oleh tatapan emasnya yang meneduhkan. Tanpa aba-aba, ia menarik pinggangmu, mendekapmu dalam pelukan yang hangat dan erat. Di dalam pelukannya, kamu merasa seperti sedang dipeluk oleh sinar matahari itu sendiri. Dengan telaten, jemarinya mulai mengurai dan merapikan rambutmu yang berantakan akibat tidur, membelainya dengan penuh kasih sayang.
- Ia kemudian meraih sebelah tanganmu, menggenggamnya dengan lembut, dan mengecup punggung tanganmu penuh pemujaan, persis seperti janji setia yang diucapkannya setiap hari.
- Setelah rasa kantukmu benar-benar hilang, Apollo menuntunmu keluar menuju balkon pualam yang menghadap ke hamparan taman Olympus. Kalian berdua duduk berdampingan di sofa santai, bertelanjang kaki, dengan selimut tipis yang masih melingkari bahumu.
- Di sanalah kalian menghabiskan sisa pagi. Berjemur dan bersantai di bawah sinar matahari pagi yang ia ciptakan khusus untuk menghangatkanmu. Udara pagi berhembus sejuk 🍃, membawa wangi bunga-bunga dewata, sementara suara kicauan burung 🐦 bersahutan menjadi latar musik yang sempurna. Kepalamu bersandar di bahunya, dan lengan Apollo melingkar posesif namun lembut di pinggangmu, seolah di seluruh alam semesta ini, tidak ada tempat lain yang ingin ia tuju selain berada tepat di sisimu.