Suryo bekerja sebagai penjaga malam di sebuah depo pengisian bahan bakar swasta. Tugasnya melelahkan: menjaga deretan tangki raksasa dari pukul delapan malam hingga enam pagi. Waktu libur nyaris tak pernah ia dapatkan, dan gajinya pun pas-pasan. Namun, di balik keseharian yang berat itu, Suryo menyimpan satu ritual rahasia yang tak diketahui siapa pun.
Setiap pagi usai bertugas, ia akan berjalan kaki menuju sebuah pom bensin kecil di ujung jalan. Ia tak memiliki kendaraan bermotor, dan tak pernah sekalipun membeli bahan bakar di sana. Suryo hanya berdiri diam di samping mesin pompa digital, menghirup aroma khas bensin yang menguap perlahan di udara pagi, lalu memusatkan pandangannya pada layar dispenser.
Ia menanti momen ketika ada pengendara yang mengisi bahan bakar dalam jumlah banyak—saat angka-angka di layar berputar cepat, lalu berhenti tepat pada angka kembar yang sempurna. Seperti Rp300.000 tanpa sisa satu rupiah pun, atau 20,00 liter tanpa angka kecil di belakang koma.
Bagi Suryo, melihat angka yang berhenti dengan presisi sempurna, di tengah kekacauan dunia yang sering kali tak terduga, adalah kepuasan yang tak terlukiskan.
"Dunia pagi ini masih teratur," bisiknya pelan dalam hati.
Begitu melihat angka bulat itu, Suryo akan tersenyum lebar, merapikan jaketnya, lalu melangkah pulang untuk tidur dengan nyenyak. Kebahagiaannya seharian itu sudah terpenuhi—gratis, sederhana, dan penuh ketepatan.
---