Lampu-lampu kota tetap menyala meski malam telah jauh larut. Jalanan masih dipenuhi langkah kaki, kendaraan yang berlalu-lalang, serta orang-orang yang terus mengejar tujuan masing-masing dengan cerita yang tak pernah sama.
Di tengah keramaian itu, aku menyadari sesuatu: setiap orang sedang berjuang, meski tidak semua mampu menunjukkannya.
Ada yang tersenyum sambil menyembunyikan lelah. Ada yang terlihat tenang, padahal di dalam dirinya sedang berlangsung perang panjang. Ada pula yang memilih diam karena tak tahu kepada siapa harus menceritakan harapan yang terus dipendam.
Kota ini mengajarkanku untuk tidak mudah menilai seseorang hanya dari apa yang terlihat. Sebab, di balik wajah yang tampak baik-baik saja, mungkin ada luka yang sedang berusaha disembuhkan.
Karena setiap manusia memiliki perjuangannya sendiri—perang yang tidak selalu terlihat, tetapi tetap nyata.