—Tuhan, kumohon yakinkan aku tuk belajar... Mengikhlaskan.
------
— Manusia di seluruh belahan dunia ini berhak hidup kan? Lantas, mengapa diriku tidak di perizinkan?
Apakah diriku seburuk itu? Apa aku harus tiada agar dunia mengizinkan? Am i was like a sin?
—★ Jika dunia di penuhi dosa, maka izinkan yang suci tiada. Karena aku lelah tuhan. Aku bukan alay.
Memang jika bicara dengan manusia yang Normal aku adalah seorang yang alay. Namun, percayalah. Cukup temui sosok rapuh ini di sebuah keheningan gulita. Maka kau akan melihatnya menggantung diri penuh luka di sebuah tali.
Dengan binar yang telah lebur menjadi debu, dan dengan senyum yang seperti sebuah dosa. Jika benar terjadi. Kumohon satu hal. Mari saling membenci di kehidupan selanjutnya...
—`✧◝✧`—
Aku, hanya sebuah manusia rapuh yang memeluk luka di dalam jiwa yang rapuh. Manusia seindah purnama yang ternoda karena hinaan. Dan apa yang terjadi?
Diriku menghilang bagai debu diantara permata yang berkilau dengan dosa. Manusia itu indah, karena sang pencipta menciptakan mereka dengan buliran indah yang abadi.
Namun, mengapa banyak permata justru ternoda karena hinaan? Karena, iblis yang sesungguhnya telah bersinar dengan dosa yang menyilaukan...
Dan, mengapa semuanya terasa begitu... Menyakitkan?
---