Rasa sakit yang pernah dialami Dragon terhadap Siti. Perjalanan cinta menemukan Siti tidaklah mudah. Dragon yang seorang anak miskin, penjual koran bekas di jalan, sudut kota. Sedangkan Siti seorang cewek paling anak orang kaya, hidup bergelimang harta. Tapi ia merasa kesepian tak ada jalan untuk pulang.
Cewek bernama Shiren Siti Kumala, usia 23 tahun bekerja disebuah salon terkenal dipilih Kedua orangtuanya, tidak hanya disitu juga. Siti memang memiliki saudara kandung, yaitu Bella Anggraini, Bella sendiri bahkan sombong kepada siti hanya sebuah nama jika Siti anak kampungan tidak pantas berada di orang-orang kaya.
Padahal keduanya saudara sekandung, namun sikap Bella menginginkan agar Siti keluar dari rumah tersebut.
Saat itu Siti sedang merapikan rambut panjangnya, tiba-tiba saja Siti dikagetkan dengan Bella. Seketika itu pula, Bella langsung menggunting rambut Siti.
Siti pun menangis sekuat mungkin, ia pun berteriak memanggil pelayan. Namun pelayan itu memang sudah bekerja sama dengan Bella, dulunya ia sempat berbincang-bincang dengan Siti. Tapi sekarang Pelayan tersebut enggan berkata kepada Siti.
Sikap Bella meracuni otak Pelayan, baginya jika Bella membuat cerita bohong. Jika selama ini Siti bukan anak dari keluarga Martin dan Laras. Melainkan anak yang dibuang akibat hubungan terlarang.
Shock, begitu terkejutnya pelayan karena bisa-bisanya Siti bisa di lahirkan ke dunia karena mempunyai masa lalu kelam.
Dengan begitu Pelayan tersebut sedih merangkai semua cerita palsu. Tapi bagi Bella ia ingin di cintai oleh kedua orangtuanya, bukan hanya Siti yang mendapatkan cinta tersebut.
Siti tertegun, Shok berat. Larangan terberat jika saja kedua anaknya melarang keras untuk memotong rambut mereka. Karena suatu kemuliaan bagi mereka.
"Apa yang kau lakukan, bik?" Apa kata Papa, kenapa bik idah melakukan hal ini?"tanya Siti, ia peringatkan keras kepada pelayan tersebut.
"Maaf, Non. Bik Idah tak sengaja. Bik idah tidak suka kalau ada anak haram disini."
Deg!
Siti tak menduga, apa yang dikatakan tidak benar. Siapa juga merasuki otak jahat kepada pelayan. lagi pula, kelurga ini memang memiliki privasi agar tak semuanya harus di jelaskan.
Melihat aksi saudara nya, Bella tersenyum puas.Lagi pula, suasana semakin mencekam, hingga detik ini juga ada Laras masuk kedalam kamar anaknya.
Saat membuka pintu kamar Siti, Laras tak bisa berpaling. Siti mendapatkan keras bahkan tamparan keras mengenai pipi mulus. Tak pernah ia dapatkan sedikitpun rasa itu, tapi kini ia mendapatkan tamparan keras dari orang yang sudah mengandungnya.
Hiks...
Airmata mengalir begitu deras, Siti keluar karena ia sudah tak disayang lagi oleh orangtuanya.
"Siti, Mama minta maaf!" Siti."
"Sudahlah, Ma!" Memang kak Siti tak suka rambut panjang. Biarkan saja, apa sekalian botak saja. Biar Bella ikut bantu," ucap Bella sambil memeluk tubuh Ibunya . Bahkan rencana mereka sesuai prosedur. Tidak hanya itu, jika Bella melirik kepada pelayan sangat bagus akting pelayan.
"Mama sudah memukul pipi , Kaka kamu. Apakah Mama terlalu keras terhadap kak kamu, Bella."
Cup...cup...
Bella puas, rencana mulus. Sedangkan pelayan kembali keluar untuk segera pergi karena ada acara yang ia segera laksanakan.
Dibalik itu semua senyum licik baru di mulai, puas sudah karena bagi Bella hanya disayang dirumah ini hanya Bella bukan Siti.
"Kamu hanya benalu, kak Siti. Maaf, mungkin Papa akan lebih marah mengenai ini."
Siti pergi ke toilet, semua yang dianggap tidak penting ia keluarkan. Tak ada yang merasa menyayangi Siti. Semuanya menjauh, setelah adiknya baru saja pulang dari kuliah.
"Arghh!" Sakit, Ma. Kenapa Mama menampar pipi Kakak. Apakah kasih sayang Mama ke Kaka sudah hilang."
Harus dengan cara apa agar Siti tak ada di rumah ini lagi, ia harus memakai kerudung untuk menutupi rambut sudah di potong banyak.
Dengan demikian orang-orang mengira jika ia memang tak pantas berada disini untuk berpura pura bahagia padahal ia menderita.
Awalnya menyangka, orang-orang pada Syang padanya karena kebaikan Siti sulit di taklukkan. Namun seiring berjalannya waktu, untuk saat ini Siti keluar dari rumah tersebut.
Apakah ada orang yang mengetahui jika Siti keluar dari rumah tanpa restu dari orangtua?