Perkenalkan namaku Kamala. Aku bekerja sebagai PNS salah satu kota di luar jawa. Aku seorang ibu rumah tangga berumur 31 tahun, banyak yang bilang wajahku manis, tinggi 162 cm dan ukuran bra 36D, kulitku putih khas sunda keturunan dari ayah. Sudah sedari kecil aku mengenakan jilbab, seringkali aku memakai jilbab model paris atau pashmina dipadu dengan kemeja dan rok sopan. Aku ingin bercerita pengalamanku yang sepertinya mustahil terjadi. Tetapi ini nyata pernah terjadi dan tak akan pernah kulupakan dalam hidupku.
Saat itu hari Rabu, hari kerja seperti biasa, saat jam istirahat aku memutuskan untuk pulang karena ingin menengok anakku di rumah yang sedang dirawat oleh baby sitter. Entah mengapa sesampainya di rumah aku merasakan gejolak birahi, sudah 3 bulan suamiku dinas luar kota. Akhirnya setelah memastikan keadaan anakku baik-baik saja aku memutuskan untuk melakukan masturbasi dan pergi ke warnet yang lokasinya tidak jauh dari rumah. Aku terlebih dahulu melepas bra dan celana dalam dengan tujuan agar mudah saat masturbasi nanti.
Saat itu aku masih memakai seragam PNS, kebetulan warna seragamku berbeda dengan seragam PNS pada umumnya, berwarna kehijauan. Setibanya di warnet aku melihat beberapa anak-anak dengan seragam putih merah sedang bermain game online. Tidak begitu ramai pikirku.
Kemudian aku mencari-cari bilik yang kosong, beruntungnya aku mendapat bilik paling pojok. Baik bilik depan maupun sampingku juga kosong. Aku fikir akan aman jika melakukan masturbasi di bilik ini. Setelah menyalakan komputer, aku mulai browsing situs-situs dewasa, semakin lama aku buka dan telusuri, semakin membuat birahiku naik, tanpa sadar aku meraba-raba daerah intimku.
Setelah beberapa saat menonton adegan seks, aku mengangkat rok hingga paha dan tangan kiriku masuk ke dalam rok lalu meraba bagian bibir dan klitoris. Terasa sangat becek karena cairan kewanitaanku, terus aku belai dan mainkan vaginaku. Aku juga sedikit melebarkan selangkanganku, setelah 10 menit aku bermasturbasi, aku merasakan gerak- gerik aneh dari bilik warnet di depanku. Setelah kulihat aku terkejut. Aku langsung menutup paha dan menurunkan ujung rok yang aku singkap sebelumnya.
Ternyata ada seorang anak kecil berseragam SMP sedang mengarahkan hpnya ke arahku sambil tangan kirinya terlihat sedang mengocok burungnya. Setelah kupergok dia langsung bersembunyi, hatiku berdegup kencang, suasana hatiku tidak karuan antara malu, marah, kaget, takut. Aku khawatir tindakanku tadi diabadikan oleh anak SMP di depanku itu. Aku berpikir sejak kapan anak itu ada di bilik depanku. Mungkin saking fokusnya aku dengan aktivitas masturbasi sampai tidak sadar ada orang yang menempati bilik di depanku, mungkin juga karena tubuhnya yang kecil sehingga terlewat dari pandanganku.
Aku mencari cara bagaimana memastikan bahwa kegiatanku tadi tidak terekam di hpnya. Setelah beberapa saat berfikir, aku punya ide, walau mungkin agak gila, dan posisiku saat itu sedang di puncak birahi karena belum mencapai orgasme jadi hal gilapun aku anggap sebagai hal biasa.
Kemudian aku memanggil anak SMP di depanku itu,
"Dekk, sini.." dengan senyumanku yang menggoda aku menyuruhnya untuk menghampiri bilikku.
"Sini adek, mba mau minta tolong..", awalnya dia seperti ketakutan saat aku panggil, tetapi lama kelamaan akhirnya di mengangguk dan menghampiri bilikku.
"Ada apa mba..?" Katanya.
"Ini dek, mba bisa minta tolong bukain Twitter..?" Tanyaku.
"Bisa mba..", kemudian dia mengetik alamat Twitter dan keluarlah tampilan web Twitter,
"Nama sama passwordnya mba apa?",
Setelah aku jawab dia mulai mengetikkan dan setelah beberapa detik tampilan browser masuk ke beranda Twitter milikku,
"Makasi ya dek…",
"Iya mba.. sama-sama.." Jawabnya.
"Mau mba kasi hadiah..?".
"Wah mau mba.. hadiah apa?".
Setelah memastikan keadaan sekitar aman, lalu dengan tersenyum nakal aku menyingkap rok sampai ke paha atas sampai terlihat