Aku tahu persis cara dia membunuhku. Sekarang giliranku yang membuat dia jatuh cinta padaku.`
Aria Velcrest tidak pernah menyangka hidupnya akan berakhir karena tertabrak truk. Lebih tidak menyangka lagi, dia akan bangun di tubuh `Lady Aria Velcrest` — villainess paling dibenci di novel fantasi berjudul _Mahkota Es dan Mawar Hitam_.
Masalahnya? Dia hafal semua plot novel itu. Dan di bab 12, Lady Aria akan dikhianati, dipermalukan di depan umum, lalu dieksekusi oleh tunangannya sendiri: `Cedric Von Hart`, Putra Mahkota Kerajaan Hartheim yang berhati es.
Di cerita asli, Aria adalah wanita manja, kejam, dan obsesif. Dia menyiksa pelayan, menjebak wanita lain, dan terus mengejar Cedric yang bahkan tidak pernah menatapnya sekali pun. Karena itulah di akhir, Cedric lah yang memerintahkan pemenggalan kepalanya tanpa ragu.
Aria yang baru tidak mau mati konyol.
Dengan bekal ingatan 12 bab ke depan, dia menyusun 3 rencana bertahan hidup. Pertama, berhenti jadi villain. Dia mulai memperlakukan pelayan dengan baik dan menarik diri dari intrik istana. Kedua, menghindari Cedric sejauh mungkin agar tidak memicu "bendera kematian". Ketiga, membangkitkan sihir api yang di novel tidak pernah dia kuasai, agar bisa melindungi diri jika keadaan gawat.
Rencananya berjalan lancar... sampai Cedric mulai bertingkah aneh.
Pria yang awalnya dingin dan jijik itu tiba-tiba memperhatikan Aria. Saat Aria menyelamatkan seorang pelayan dari hukuman, Cedric diam-diam memujinya di rapat istana. Saat Aria hampir jatuh dari tangga, Cedric yang pertama menangkapnya. Saat Aria latihan sihir dan kehilangan kendali, Cedric memeluknya dari belakang dan membisikkan, "Jangan mati. Itu perintah."
Semakin Aria berusaha menjauh, semakin Cedric mendekat. Semakin Aria bersikap sopan ke pria lain, semakin mata emas Cedric menjadi gelap karena cemburu.
`"Kenapa kau tersenyum ke kesatria itu?"`
`"Kau milikku, Aria. Bahkan jika kau membenciku."`
`"Lupakan takdir di kepalamu. Aku yang menulis ending kita."`
Di istana ini tidak ada yang bisa dipercaya. `Lady Eliana`, putri Duke yang naksir Cedric sejak kecil, mulai menyebar rumor untuk menjatuhkan Aria. `Ratu Eleanor`, ibu Cedric, menganggap Aria hanya alat politik yang harus dibuang. Bahkan `Duke Velcrest`, ayah Aria sendiri, siap mengorbankannya demi kekuasaan.
Satu-satunya orang yang tulus padanya hanyalah `Nyonya Martha`, kepala pelayan, dan `Sir Rayan`, sahabat Cedric yang suka menggoda.
Aria terjebak. Dia datang ke dunia ini hanya untuk hidup. Tapi sekarang, dia harus bermain politik, menguasai sihir, dan yang paling berbahaya: meluluhkan hati iblis bermahkota yang seharusnya menjadi algojonya.
Karena di dunia ini, bertahan hidup tidak cukup.
Kadang, kamu harus membuat orang yang paling membencimu... jatuh cinta paling dalam.
Apakah Aria bisa mengubah takdir dan selamat?
Atau dia justru akan mengulang akhir tragis di novel, kali ini dengan hati yang benar-benar hancur?