Lampu meja belajar di kamarku selalu menyala larut malam,
Kita sering duduk bersebelahan belajar atau hanya berbincang,
Cahaya kuningnya membuat ruangan terasa hangat dan nyaman,
Kau bilang itu adalah cahaya cinta yang akan selalu menerangi kita,
Kemudian satu malam lampu itu padam dan tidak pernah menyala lagi.
Aku mencoba memperbaikinya dengan segala cara yang bisa ku lakukan,
Mengganti bohlam berkali-kali tapi ia tetap saja tidak menyala,
Listrik di rumah berjalan normal tapi lampu itu hanya diam saja,
Seolah-olah ia juga merasakan bahwa cinta kita sudah hilang,
Dan tidak mau lagi menerangi ruangan yang kini hanya sepi.
Buku-buku yang kita gunakan bersama masih ada di mejanya,
Catatan-catatan mu yang rapi masih terlihat di margin halaman,
Kau selalu menulis kata-kata motivasi untukku di sana,
Sekarang setiap kali membacanya aku merasakan air mata mengalir,
Seperti hujan yang turun tanpa ada pemberitahuan.
Aku membeli lampu baru yang lebih besar dan lebih terang,
Menyangga nya di tempat yang sama di atas meja belajar,
Cahayanya lebih terang tapi tidak pernah bisa seperti dulu,
Tak ada lagi hangatan yang dulu kau berikan bersamamu,
Hanya ada cahaya yang menerangi ruangan tapi tidak bisa menghangatkan hati.
Kini aku belajar lagi di bawah cahaya lampu baru itu,
Tapi aku selalu menyimpan bohlam lama dari lampu yang dulu,
Cinta yang hilang bukan karena kita tidak berusaha cukup keras,
Hanya karena waktu dan takdir memilih untuk memisahkan kita,
Dan aku harus belajar menerangi hidupku sendiri dengan cahaya baru.