Dalam hitungan menit tahun 2020 akan tergantikan dengan 2021 dan di malam pergantian tahun ini aku melewatinya dengan sendiri di sebuah kos-kosan yang selama ini aku tempati tinggal, semua teman kosan ku pergi ketempat keramaian untuk menghabiskan waktu pergantian tahun.
Terdengar suara dentuman petasan dan kembang api di mana-mana aku hanya menyaksikan dari balik jendela kamar dengan segelas coklat panas.
Tiba-tiba terdengar suara ketokan dari balik pintu.
Tok..tok..tok...
"Siapa...?"
Tanya Yola dari dalam kosan.
Tok..tok..tok
Sambil berjalan menuju pintu Yola bertanya lagi.
Yola membuka pintu.
Ceklek...
"Si-apa...?" pertanyaan Yola seketika terhenti setelah melihat sesosok laki-laki pucat dengan pakaian lusuh yang di penuhi darah.
"Ka-kamu siapa? Tanya Yola
"Tolong saya...!?" Tolooong
Suara rintihan dari lelaki itu.
"Kamu siapa..? Dan minta tolong apa..? Yola semakin penasaran dengan lelaki yang berada di depannya.
"Tolong antar saya pulang kerumah.. pinta lelaki itu.
"Rumah kamu di mana..?
Tanya Yola.
"Di jalan Sudirman no 12.
Lelaki itu memberi tahu Yola alamatnya.
"Baiklah aku akan mengantarmu. Yola bersedia mengantar lelaki itu.
Yola pun mengambil kunci motornya dan mengantar lelaki itu sampai tujuan.
"Kenapa di depan rumahmu ada bendera kuning..? Apa ada sanak keluarga kamu yang meninggal? Yola mulai merasa ada yang aneh.
"Iya ada keluarga aku yang meninggal. Jawab lelaki itu.
"Kalau begitu buruan masuk siapa tau keluarga kamu sedang menunggumu. Yola meminta lelaki itu untuk masuk. Namun tidak ada jawaban dari lelaki itu.
Yola menoleh ke belakang untuk melihat lelaki itu namun tidak ada seorang pun di boncengannya. Tapi Yola masi berfikir positif.
"Main masuk saja tidak minta terimakasih lelaki tidak sopan. Yola ngedumel sambil memasang helmnya tapi Yola penasaran siapa yang meninggal di dalam rumah lelaki itu. Yola pun mencoba untuk masuk dan betapa terkejutnya Yola setelah melihat jasad yang terbujur kaku di depannya ternyata dia lelaki yang baru saja dia bonceng dan dia antar pulang.
Tiba-tiba wajah Yola menjadi pucat dan tubuhnya hampir terjatuh.
"Mba kenapa? Apakah mba salah satu teman Yudi..? Tanya salah satu pelayat.
"I-iya pak, kapan Yudi meninggal dan gara-gara apa sampai Yudi meninggal pak? Tanya Yola dengan penuh penasaran.
"Meninggalnya tadi sore mba, Yudi meninggal karena kecelakaan motor sekarang kami menunggu orangtua Yudi dari semarang.
"Oh begitu ya pak. Yola masi belum percaya dengan apa yang dia alami barusan. " kalau Yudi sudah meninggal dari tadi sore terus yang tadi aku bonceng sampai sini siapa..? Yola berbicara dalam hati.
Dengan wajah pucat dan perasaan takut Yola menancap motornya dan kembali ke kos-kosannya.
Dengan pertanyaan yang masi berada di benak Yola siapa yang tadi dia bonceng ke rumah Yudi, apakah lelaki itu Hantu Yudi..?
END