Adit langsung menahan tubuh Karrel yang hampir terjatuh. Darah segar menetes dari pelipis Karrel, mengalir menuruni wajah pucatnya. Ia tidak menangis. Ia bahkan tidak mengeluh sakit. Yang terpancar dari mata Karrel hanyalah luka yang jauh lebih dalam dari sekadar robekan kulit, luka di hatinya yang baru saja ditoreh oleh wanita yang selama ini ia panggil,
Mama.
"Aku bawa dia ke sofa!" seru Adit sambil setengah menyeret tubuh Karrel ke tempat duduk terdekat. Ravel segera membantu, membimbing Karrel duduk perlahan, sementara Adit menoleh ke arah para pembantu yang masih bersembunyi.
"Air hangat! Perban! Kain bersih! Cepet!" teriaknya tegas. Tak butuh waktu lama, Mbok Mila keluar dari balik dinding dapur dengan tangan gemetar membawa kotak P3K seadanya.
Manja yang berdiri mematung akhirnya memberanikan diri mendekat, duduk di lantai di samping Karrel, lantai itu bersih dari segala pecahan. Tangan mungilnya menggenggam tangan Karrel yang dingin dan bergetar. Matanya berkaca-kaca. Dia gampang sekali merasa empati sama orang lain, terutama orang yang dekat sama dia.
"Karrel ..." ucapnya lirih, suara Manja nyaris tak terdengar di tengah detak jantung yang memacu karena syok, serta ikut sedih melihat Karrel.
Karrel hanya tersenyum tipis. Ia memejamkan mata sesaat menahan sakit ketika Adit mulai membersihkan darah dengan lembut.
"Adit, pelan-pelan ngobatinnya." kata Manja.
Ravel menggertakkan giginya, tak bisa menyembunyikan kemarahannya. Ia menatap pintu kamar Ninsy yang tertutup rapat.
"Kalau itu nyokap gue, sumpah udah gue laporin ke polisi. Anak kandung sendiri di lempar jam? Gila!"
"Ravel," Adit memperingatkan,
Sedang Manja tahu Ravel hanya meluapkan amarahnya. Tidak ada dari mereka yang menyangka kalau kedatangan mereka yang awalnya berniat iseng dan menyenangkan bisa berubah menjadi trauma mendalam seperti ini.
Suasana di ruang tamu hanya diisi suara napas berat semua orang.
"Karrel," Adit mulai bicara pelan, setelah membantu menempelkan perban di dahi temannya…
Dear, Gavin
Manja S2 58
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 208 Episodes
Comments
Dzimar Rezkiansyah
pagi pagi bikin mewekkkkkkkkk&nyensekkkkk...
Karell slain hancur& sakit krna mamanya... terlebih malu krna sahabatnya tau penderitaan karell slama ini(terlebih manja psti malu bngt)smoga manja menceritakan smuanya ke Devan...atau tiba2 Devan dtang &liat Smua kelakuan mm nya
2025-06-13
2
Ari Nuryanti
keluar aja rel demi hidupmu......kita sama" diusir rel.....walaupun kita sayang sama mama tp jiwa dan kewarasan kita harus dijaga jg. mungkin dgn km keluar dri rumah orang yg kita tinggalkan akan berubah lebih baik lg... atau mungkin lebih parah..... keluarlah dri rumah itu Sayangi diri kamu sendiri
2025-06-13
1
RiriChiew🌺
baguss karrel tinggalin aj tuh manusia satu nanti kedepannya kamu bisa hidup bahagia yaa karrel ada teman2 mu juga ituu yg slalu ada agar kamu GK kesepian /Smile/
2025-06-13
2