"Kita obati dulu lukanya, ya Ibu."
Dokter yang menangani Safira berusaha untuk membujuk dengan sangat lembut agar luka di tangan Safira akibat tusukkan duri dari tanaman yang ia tanam dibeberapa pot segera diobati.
Namun, sudah cukup lama mereka berusaha, Safira tetap menolak keras. Ia tidak ingin diobati, bahkan tak ingin didekati.
"Tidak mau! Aku akan diobati oleh dokter!" teriaknya setiap kali menolak bujukan dari para suster, juga dokter.
"Saya dokter, Ibu. Saya akan obati lukanya."
"Tidak mau!!" teriak Safira lebih kencang. Ia menangis dan menggeleng kuat saat dokter mencoba untuk mendekat padanya. "Aku tidak mau. Aku ingin dokter Ruby. Aku ingin putriku sendiri yang mengobati lukaku,"
Deg!
Para dokter serta suster yang ada di sana terkejut mendengar ucapan Safira.
"Ibu Safira mau putri ibu yang mengobati lukanya?" tanya dokter itu begitu antusias. Netranya bahkan setengah berkaca-kaca saat mengetahui bahwa pasiennya yang sudah puluhan tahun ia rawat mengingat putrinya.
Safira mengangguk, air matanya terus menetes. "Putriku dokter yang hebat. Dia pasti bisa menyembuhkan luka ini." Safira mengangkat tangannya yang tertusuk duri. "Tolong panggilkan dia. Mommynya terluka. Dia pasti bisa menyembuhkannya." Safira menangis kencang.
Tangis yang membasahi wajahnya tidak sebanding dengan sakit dari luka tusukan duri kecil. Namun, siapa yang tahu, jika air mata itu bukanlah karena perihnya luka, melainkan karena beban yang telah Safira tanggung selama hidupnya. Yang kini mulai terangkat setelah kenangan tentang kedua anak kecilnya terlintas di dalam kepala.
"Putri kecilku sudah menjadi dokter," kata Safira dengan air mata yang terus mengalir. Safira mengingat kembali identitas putra-putrinya. "Ruby... Cakra... anak-anakku," kata Safira lagi dengan suara yang parau. Bayangan Cakra kecil dan Ruby kecil terpatri dalam ingatan masa lalunya.
Wanita itu menangis terduduk dengan bersandar di dinding. "Anak-anakku...," katanya lagi.
Melihat kondisi Safira, dokter dengan cep…
Ruby Yang Berduri
RYB 53. Mengingat Kedua Anaknya.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 67 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
kasihan amat, akhir bahagia semoga itu pelacur Sinta jgn dtng unjuk in muka nanti stres lg momy safira 😘
2026-05-31
1
watashi tantides
Terharu 😭 akhirnya mommy Safira inget Ruby sungguhan😭
2025-11-29
1
ilmi ilmiyyach
Terharu bangett😭😭
2026-04-11
2