Meski wajahnya basah oleh keringat, tetapi sorot mata Nateya tetap menyala. Ia menegakkan tubuh perlahan, tak peduli pada lututnya masih bergetar.
“Siapa yang butuh bantuan?” ujar Nateya ketus, tangannya mengibaskan keringat di pelipis. “Aku masih sanggup berlari. Hanya butuh istirahat sebentar.”
Mendengar jawaban sang istri, mata hazel Elias memancarkan sorot penuh penilaian.
Nateya lantas menambahkan, nada suaranya dibuat setajam mungkin.
“Dan seandainya aku pingsan, aku lebih memilih digotong oleh para pelayan lalu dinaikkan ke dokar kuda daripada digendong olehmu, Jenderal Elias.”
Kata-kata itu meluncur dingin, membuat udara pagi terasa menegang. Elias sempat mengangkat alisnya, ekspresi wajahnya berubah sedikit terkejut.
Namun, Nateya belum selesai. Ia melangkah maju sambil mengatur napas, lalu menyeringai tipis.
“Jangan-jangan, sebenarnya kau yang tidak sanggup, Elias?” katanya, penuh ejekan. “Tenaga seorang Jenderal agaknya tak cukup untuk mengangkat tubuhku yang besar. Itu sebabnya kau ketakutan begitu.”
Urat di pelipis Elias langsung menegang. Ia mendekat dengan tatapan membara.
“Hanya menggendong seorang wanita, kau pikir itu mustahil bagiku? Aku mampu. Apa kau ingin mencobanya sekarang juga, Seruni?” balas Elias.
Pria itu tiba-tiba melangkah maju dengan dada tegap, membuat Nateya tersentak. Sekejap saja wajahnya memucat.
“Jangan mendekat!” serunya cepat.
Panik melanda Nateya. Ia tidak ingin benar-benar disentuh oleh Elias.
Dengan spontan, Nateya berbalik dan berlari sekencang tenaga yang tersisa. Kain olahraga sederhana yang ia kenakan berkibar terkena angin pagi, sementara langkahnya terdengar panik di jalanan berbatu.
Di belakang, Elias hanya terdiam beberapa detik. Lalu, seulas senyum tipis setipis kertas tisu yang dibagi lima, terbit di bibirnya. Ia bergumam pelan, hampir seperti bisikan pada dirinya sendiri.
“Setakut itu kau bersentuhan denganku… Seruni. Pisah kamar terlalu lama rupanya membuatmu menjauh. Mungkin, aku harus memperbaiki keadaan in…
Istri Jenderal Yang Mencuri Hatinya
Takut Disentuh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
This Is Me
Jangan lupa bagi² makanan lagi
2026-06-07
0
zylla
kabur 🤣🤣🤣🤣
2026-03-06
0
tanpa nama
coba kau bayangkan obat bisu untuk anak mu seruni siapa tau bisa sembuh🤣
2026-02-24
3