Nateya kembali berjalan dengan tenang, meski hati masih diliputi rasa waspada. Di sampingnya, Ragnar berjalan dengan sikap siaga, menjaga Nateya serta wanita pekerja perkebunan yang bernama Ningrum itu.
Mereka terus berjalan hingga tiba di sebuah pondok sederhana di lereng atas, dindingnya dari anyaman bambu. Asap tipis keluar dari tungku di dapur, menandakan sang nenek sedang menyiapkan air panas.
Begitu masuk, Nateya melihat seorang anak lelaki kecil, kira-kira tiga tahun, terbaring di tikar tipis. Tubuhnya menggigil meski wajahnya memerah. Seorang nenek tua duduk di sampingnya, mengipasi cucunya dengan selembar kain lusuh.
“Ini anak saya, Nyonya,” ucap Ningrum dengan suara tercekat.
Nateya mendekat, lalu duduk di sisi anak itu. Dengan lembut, ia menyentuh dahi sang bocah. Panasnya membakar, tubuh kecil itu terus menggigil.
Ia menoleh pada Ningrum dan neneknya. “Tolong, keluar dulu sebentar. Aku akan memeriksanya.”
Ningrum tampak ragu, tetapi akhirnya mengangguk dan keluar bersama ibunya. Begitu pintu bambu tertutup, Nateya memejamkan mata. Dalam keheningan, cahaya samar seolah berpendar, lalu di hadapannya muncul sebuah stetoskop modern, termometer, senter kecil, serta sebuah alat suntik steril.
Perlahan ia meletakkan stetoskop di dada kecil itu, mendengarkan detak jantung dan suara pernapasan. Ia kemudian menyorotkan senter ke dalam mulut kecil sang anak, memeriksa tenggorokan dan matanya yang pucat. Terakhir, Nateya memeriksa suhu tubuhnya dengan termometer digital.
“Malaria…," gumam Nateya.
Ia tahu benar gejalanya. Penyakit itu telah punah di zaman modern, tetapi di masa kolonial, malaria merajalela. Tubuh anak ini menunjukkan semua tandanya.
Tanpa ragu, Nateya kembali membayangkan obat-obatan yang diperlukan. Seketika, di tangannya muncul sebuah kompres modern berisi gel dingin. Ia menempelkannya ke dahi si kecil. Anak itu merintih pelan, tetapi sesaat kemudian napasnya mulai lebih teratur. Lalu, ia mengambil suntikan paracetamol dalam dosis anak-anak, meny…
Istri Jenderal Yang Mencuri Hatinya
Tidak Perlu Bersusah Payah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Nurhayati
semakin kesini semakin penasaran sama endingnya,💪💪💪 buat athornya 🙏
2025-11-19
0
Ell
wuaduh, mulai ada rasa nih si mayor🤭
2026-03-09
0
Khairul Azam
namanya netia tp aku bacanya neti 🤣🤣🤣🤣
2026-02-13
0