Elias keluar dari ruang interogasi dengan langkah lebar, bahunya tegang dan rahangnya terkunci. Wajahnya merah padam bukan hanya karena amarah, tapi juga karena rasa malu yang mendera.
Udara malam di luar pos penyelidikan terasa lembab, tetapi tidak cukup untuk mendinginkan pikirannya yang kacau.
Ia berjalan tanpa arah, lalu berhenti di tepi beranda kayu yang menghadap halaman pos. Elias duduk di sana, hanya diterangi cahaya dari lampu gas. Napasnya memburu, berat, penuh penyesalan.
Bagaimana mungkin Amara, gadis lembut yang selalu lemah di matanya, ternyata sanggup mengatur siasat keji seperti itu? Menyulut kerusuhan, membahayakan nyawa Seruni, hanya demi menghapus keberadaan sang kakak dari hidup mereka.
Namun, Elias juga teringat perkataan Amara di dalam kamar, bahwa ia akan membantu Elias menceraikan Seruni tanpa masalah.
Tak lama kemudian, langkah berat terdengar mendekat. Ragnar muncul di ambang pintu pos, dengan wajah serius. Ia berhenti beberapa langkah dari Elias, lalu memberi hormat singkat.
“Jenderal,” ucapnya hati-hati.
Elias menoleh perlahan. “Ada apa, Ragnar?”
Ragnar tampak menimbang kata-katanya sebelum berbicara.
"Setelah pengakuan para provokator tadi… menurut prosedur, Nona Amara harus dijemput besok pagi untuk diinterogasi secara resmi.”
Elias menarik napas panjang, lalu menghembuskannya kasar.
“Lakukan saja sesuai prosedur,” katanya datar. “Setiap orang yang menimbulkan kekacauan di fasilitas pemerintah harus dihukum. Siapapun dia.”
Elias meraup wajahnya, lalu menatap kegelapan di depannya.
“Aku merasa sangat bersalah pada Seruni. Aku tidak tahu bagaimana harus menebus semuanya.”
Ragnar terdiam sejenak, lalu mendekat satu langkah. Ia berbicara dengan nada penuh keyakinan.
“Jenderal, selama saya bertugas mendampingi Nyonya Seruni, saya melihat sendiri betapa berharganya Beliau. Nyonya Seruni perempuan yang kuat, berhati besar, dan suka menolong. Beliau mengobati orang sakit tanpa kenal lelah, bahkan binatang yang terluka pun dirawatnya. Ia di…
Istri Jenderal Yang Mencuri Hatinya
Penyesalan Sudah Terlambat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Dewi hartika
hem kini tidak ada halangan untuk berpisah dengan suami penghianat,di tunggu kelanjutannya thorr semangat.
2025-11-02
0
Dian Haerani
bravo seruni! good job! tinggal hadapi sibodoh dengan taktik jitu biar dia nyesel seumur hidupnya /Smirk/
2025-11-02
0
This Is Me
Dih...telatlah kamu Elias. Seruni, jangan mau diajak balikan sam Elias
2026-06-07
0