Mobil yang dinaiki Nateya berhenti perlahan di depan gerbang besar rumah dinas Gubernur Jenderal Roderick Beamount. Gerbang besi tinggi dengan lambang mahkota Belanda itu, dijaga dua prajurit KNIL berseragam lengkap dengan senapan di pundak.
Dari balik kaca jendela mobil, Nateya mengembuskan napas panjang. Di kejauhan, tampak bangunan besar bergaya Indo-Eropa berdiri megah. Inilah kali pertama, ia menginjakkan kaki di tempat ini sebagai tamu undangan.
Halaman rumah Sang Gubernur begitu terawat, dengan pepohonan yang ditanam simetris di kanan-kiri jalan batu menuju pintu utama. Berandanya luas, dan di taman depan ada kolam air mancur berbentuk singa.
Suasana begitu hening, hanya suara burung dan desir dedaunan yang terdengar.
Ketika Nateya hendak turun, seorang kepala pelayan berpakaian hitam putih segera menghampiri. Ia memperkenalkan diri sebagai Lumier, kepala pelayan rumah dinas. Dengan sikap sopan, ia membuka pintu mobil dan memberi salam hormat.
“Selamat datang, Nyonya Seruni. Gubernur Jenderal dan Tuan Muda Aldrich sudah menunggu Anda di ruang kerja."
Nateya mengangguk, berusaha menyembunyikan debar di dadanya. Mendengar Aldrich juga akan hadir di jamuan makan siang, rasa gugupnya kian bertambah.
Begitu Nateya keluar, ujung gaun cokelat muda yang ia kenakan menjuntai di lantai. Dengan gerakan anggun, Nateya menjinjingnya sedikit seraya berjalan.
Ketika memasuki rumah dinas, Nateya terpesona. Aroma cendana yang harum langsung menyapa indera penciumannya.
Lantai marmer rumah itu tampak putih berkilau, memantulkan bayangan sepatu yang ia kenakan. Sementara di sepanjang dindingnya dihiasi oleh lukisan-lukisan besar, seperti pemandangan kebun teh, pelabuhan Sunda Kelapa, dan potret keluarga besar Gubernur Jenderal.
Lumier berjalan setengah langkah di depan, sedangkan Nateya menjaga langkahnya tetap teratur. Setiap pelayan yang mereka lewati menundukkan kepala sebagai tanda hormat.
Mereka melewati ruang tamu berpanel kayu mahoni, yang dilengkapi kursi empuk berlapis…
Istri Jenderal Yang Mencuri Hatinya
Pertemuan yang Menggetarkan Hati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Lukman Lukman
lebih baik jujur saja tanpa harus d tutup tutupi kamu berhak bahagia seruni buktikan kamu bakal lebih bersinar 💪💪💪💪👍
2025-11-13
0
Lukman Lukman
lebih baik jujur saja tanpa harus d tutup tutupi kamu berhak bahagia seruni buktikan kamu bakal lebih bersinar 💪💪💪💪
2025-11-13
0
Evy
Kebetulan banget nih Seruni ..pas benar sang Gubernur bertanya...biar cepat kelar urusan perceraian mu..
2026-05-12
0