Di rumah dinas Gubernur Jenderal, suasana pagi terasa berat. Wajah Gubernur Jenderal Roderick tampak tegang, saat ajudannya selesai menyampaikan laporan terbaru.
“Dalam tiga malam terakhir,” ujar sang ajudan, “terjadi perampokan berantai pada keluarga Belanda dan keluarga ningrat. Pelakunya diduga kuat Bajul Hitam. Informan kami mengatakan ia sudah berpindah ke pemukiman warga, menyamar seperti rakyat biasa.”
Gubernur Jenderal menyandarkan tubuhnya di kursi besar berukir. Ia memijit pangkal hidung, napasnya bercampur rasa frustrasi dan keprihatinan.
Aldrich yang berdiri di sisi kanan meja ayahnya mengepalkan tangan.
“Papa, Bajul Hitam memang harus segera disingkirkan. Dia bukan hanya meresahkan rakyat… dia juga mengincar Seruni," tukas Aldrich dengan nada dingin.
"Aku tidak bisa tinggal diam. Biar aku sendiri yang turun tangan untuk memburunya.”
Keputusan Aldrich membuat Gubernur Jenderal Roderick langsung mengangkat wajah. Sorot matanya menunjukkan kekhawatiran seorang ayah.
“Tidak, Aldrich," pungkas Sang Gubernur, tegas dan final.
“Papa tidak akan membiarkan keselamatanmu terancam. Apalagi, hari ulang tahunmu akan segera tiba. Jangan sampai acara itu berubah menjadi tragedi.”
Rahang Aldrich mengeras, ingin membantah perkataan sang ayah. Namun, ia menahan diri ketika Roderick melanjutkan.
“Lebih baik Papa menugaskan Elias. Dia yang selama ini memburu Bajul Hitam dan mengetahui seluk-beluk pergerakannya.”
Aldrich akhirnya mengangguk pelan, meski sorot matanya masih menahan gejolak emosi.
“Baik, Papa.”
Gubernur Jenderal segera memberi isyarat pada ajudannya.
“Panggil Elias kemari. Sekarang.”
Tak lama kemudian, langkah sepatu terdengar di lorong, sebelum pintu besar itu terbuka. Elias masuk, mengenakan seragam penasihat militer. Posturnya tegap dan wajahnya penuh kedisiplinan.
“Yang Mulia memanggil saya.”
Ia memberi hormat.
Gubernur Jenderal berdiri, sikapnya berubah menjadi seorang pemimpin yang hendak memberikan perintah besar.
“Elias, kau adalah satu-satunya yang c…
Istri Jenderal Yang Mencuri Hatinya
Restu dari Si Kembar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Ayu Padi
kl Elias tugas keluar gak bisa dtng ke ultah aldric doong....sayng bngt GK bisa lihat seruni dan aldric dansa biar makin panas dia
2025-12-02
1
Erna Masliana
jangan menghambat karirnya walau pun menyakiti Seruni kan sekarang udah pisah dia juga bukan kriminal atau maksa Seruni..dia cukup tau diri kok
2025-12-07
0
Erna Fkpg
duh gk sabar nunggu kejutan ulang tahun aldric 😘😘😘
2025-12-02
0