Aldrich masih menggenggam tangan Nateya erat, seolah takut melepaskannya kembali pada keramaian pesta. Musik dansa yang lembut masih mengalun dari orkestra, sementara para tamu melanjutkan putaran waltz mereka.
Dengan sikap seorang gentleman, Aldrich menuntun Seruni menuju kursi tempat Anelis dan Julian menunggu. Di sana, si kembar langsung berdiri ketika melihat Aldrich mendekat.
Anelis menautkan tangan mungilnya ke gaun ibunya, sementara Julian sedikit membungkuk sopan—kebiasaan yang diajarkan oleh Nateya
Setelah membantu Nateya duduk, Aldrich berjongkok agar sejajar dengan Si Kembar.
“Anelis, Julian,” ucapnya lembut. “Kalian dan Mama pindah ke ruang peristirahatan Paman Aldrich di sayap kiri gedung, ya. Di sana lebih tenang untuk menikmati hidangan. Henry akan mengantar kalian.”
Anelis menjawab dengan gerakan tangan kecil, memberi isyarat setuju. Julian tersenyum lebar.
“Baik, Paman Aldrich,” katanya ceria.
Namun, Nateya yang sedari tadi masih terdiam, akhirnya angkat bicara.
"Aldrich, kami tidak perlu ke ruang peristirahatan. Kami mau pulang saja. Anelis dan Julian harus belajar, sebab besok mereka ada tes di sekolah.”
Aldrich menegakkan tubuhnya. Tidak ada kekecewaan, hanya sorot lembut yang berusaha memahami.
“Baiklah. Aku akan mengunjungi kalian besok, setelah pekerjaanku selesai.”
Natey buru-buru menggeleng. “Tiga hari ke depan aku tidak bisa menemuimu.”
Alis Aldrich terangkat. “Kenapa, Sayang?”
“Aku akan melakukan kegiatan bagi-bagi makanan dan obat gratis untuk warga Jayanegara yang sakit dan kelaparan,” jawab Seruni mantap. “Aku sudah menjadwalkannya."
Kekhawatiran langsung melintas di mata Aldrich.
“Seruni… apa kau yakin? Keramaian seperti itu mengancam keselamatanmu.”
“Jangan khawatir. Ada beberapa dokter dari Perhimpunan Dokter Hindia Belanda yang akan ikut serta. Mereka mendukung kegiatan ini," pungkas Nateya meyakinkan Aldrich.
"Lagi pula, ada Ramdan dan dua tentara KNIL utusanmu yang selalu menjagaku. Percayalah, kegiatan amal ini sangat diperlukan…
Istri Jenderal Yang Mencuri Hatinya
Melajang Seumur Hidup
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Septi Lahat
cinta sejati yg sehat, salin menerima m memahami posisi masing-masing,, smg dipermudah segalanya bgi Aldrich n Seruni...
2025-12-06
0
Atoen Bumz Bums
selama ini nggak pernah sekalipun ada kenangan manis sama Elias jadi gampang buat seruni melupakan Elias
2025-12-28
0
Erna Fkpg
definisi cinta sejati cinta aldric ke seruni
2025-12-06
1