Lin Fan berlari tanpa henti, paru-parunya terasa seperti terbakar. Setiap langkahnya meninggalkan jejak energi hitam samar di atas tanah—sisa residu dari Pedang Kutukan yang sempat ia pegang. Meskipun hanya beberapa detik, aura kebencian murni dari artefak terkutuk itu telah meresap ke dalam meridiannya, bercampur dengan Qi es miliknya.
Rasa dingin yang biasanya menenangkan dari Manik Giok kini terasa menusuk, seolah-olah ada dua aliran energi yang bertentangan di dalam tubuhnya: Es murni dari warisan Mo Han, dan Kebencian gelap dari Pedang Kutukan.
"Sial," geram Lin Fan sambil menekan dadanya. Rasa sakit itu bukan fisik, melainkan mental. Bisikan-bisikan halus terdengar di kepalanya, menjanjikan kekuatan jika ia menyerah pada kemarahan. "Bunuh mereka... Hancurkan semua... Ambil apa yang menjadi hakmu..."
Lin Fan menggigit lidahnya hingga berdarah, menggunakan rasa sakit tajam itu untuk menjaga kesadarannya tetap jernih. Ia tidak bisa berhenti. Jika ia berhenti, kutukan itu akan mengambil alih pikirannya.
Ia mengubah arah, menjauh dari jalur utama menuju pegunungan utara, dan masuk lebih dalam ke area yang dikenal sebagai Hutan Kabut Hitam. Daerah ini jarang dikunjungi bahkan oleh pemburu beast karena kabut abadi di dalamnya mengandung racun halus yang dapat mengaburkan indra dan menyebabkan halusinasi.
Bagi orang biasa, ini adalah tempat kematian. Bagi Lin Fan, yang memiliki Manik Giok yang mampu memurnikan racun, ini adalah tempat persembunyian terbaik.
Setelah satu jam berlari, Lin Fan menemukan sebuah gua kecil yang tersembunyi di balik air terjun beracun. Ia masuk, menutup pintu masuk dengan batu besar, dan akhirnya membiarkan dirinya ambruk.
Tubuhnya gemetar hebat. Keringat dingin bercucuran dari dahinya. Matanya berkedip-kedip, melihat bayangan-bayangan hitam menari di dinding gua.
"Manik Giok... bantu aku..." bisiknya lemah.
Ia duduk bersila, memaksa fokusnya kembali ke Dantian. Manik Giok berputar lambat, cahayanya redup karena kelelahan. Lin Fan mulai menj…
PEMURNIAN MUTLAK
BAB 29: Jejak Kutukan dan Hutan Kabut Hitam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments
Mamat Stone
/Determined//Determined/
2026-08-04
0
Mamat Stone
/Angry//Angry/
2026-08-04
0
Aman Wijaya
jooooz Lin Fan lanjutkan aksimu
2026-06-16
3