Terowongan bawah tanah itu sempit, hanya selebar tiga meter, dengan langit-langit rendah yang membuat gerakan melompat hampir mustahil. Air limbah setinggi lutut menghambat langkah kaki, menciptakan cipratan berisik setiap kali seseorang bergerak. Kondisi ini adalah mimpi buruk bagi pengguna Teknik Langkah Bayangan yang membutuhkan ruang terbuka, tapi Lin Fan tidak punya pilihan.
Enam pembunuh elit itu tidak membuang waktu. Begitu pemimpin mereka selesai bicara, mereka menerjang serentak.
"Dua di depan, empat di belakang!" teriak Lin Fan. Dia menarik Xue Ying ke punggungnya untuk sesaat, lalu mendorongnya ke sisi kanan terowongan yang lebih kering. "Jaga belakangku! Jangan biarkan mereka mengepung!"
Xue Ying mengangguk, cambuknya melesat keluar seperti lidah ular, memblokir serangan belati dari dua pembunuh yang mencoba menyelinap dari sisi buta. Sret! Ujung cambuk membekukan lengan salah satu penyerang, membuatnya menjerit kesakitan saat kulitnya melekat pada es.
Di depan, Lin Fan berhadapan langsung dengan pemimpin bermata satu dan dua anak buahnya. Ruang yang sempit memaksa pertarungan menjadi brutal dan jarak dekat. Tidak ada tempat untuk menghindar lebar; setiap inci pergerakan harus presisi.
Pemimpin itu menebas pedangnya dengan cepat, targetnya leher Lin Fan. Lin Fan menunduk, merasakan angin tajam pedang itu melewati rambutnya. Dengan ruang gerak terbatas, ia tidak bisa menggunakan tinju penuh. Sebaliknya, ia menggunakan siku.
Siku Pembeku!
Lin Fan menghantamkan siku kanannya ke dada pemimpin itu. Qi es menembus armor kulit tipis musuh, membekukan tulang rusuknya seketika. Pemimpin itu terbatuk darah, mundur selangkah, tapi dua anak buahnya sudah menyerang dari sisi kiri dan kanan.
Lin Fan terjepit. Pedang kiri menusuk bahunya, merobek jubah dan daging. Darah panas menyembur, bercampur dengan air limbah dingin. Rasa sakit yang tajam membuat visi Lin Fan kabur sesaat.
"Fokus," bisik suara dalam kepalanya. "Es bukan hanya dingin. Es adalah ketajaman."
Lin Fan…
PEMURNIAN MUTLAK
BAB 43: Dansa Maut di Terowongan Sempit
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments
Mamat Stone
🥰
2026-08-05
0
Mamat Stone
🤩
2026-08-05
0