Keheningan di ruang rapat utama Pratama Group bagaikan ketenangan sebelum eksekusi mati. Asap cerutu milik Kakek Silas membubung tipis, mengalir kaku di bawah sorotan lampu kristal megah. Di sepanjang meja mahoni raksasa, para direksi senior menahan napas dengan pelipis berkerat keringat dingin, menanti kehancuran Sang Patriark tua.
Namun, dugaan semua orang meleset total.
Kakek Silas tidak membelalak, tidak juga menunjukkan raut pucat pasi saat melihat stempel emas Vane & Co senilai lima puluh triliun rupiah yang dilempar Clarissa tepat di depan dadanya.
Sang Patriark tua justru bersandar santai di kursi kepresidensialnya. Bibir keriputnya perlahan terangkat, membiarkan tawa terkekeh bernada sarkastik yang amat dingin dan bergaung bagai gesekan pisau memecah ruangan.
Heh... heh... heh...
"Luar biasa, Clarissa. Benar-benar di luar perkiraanku," ujar Kakek Silas dengan suara berat yang dipenuhi daya tekan intimidatif luar biasa. Ia mengusap berkas itu dengan ujung jarinya yang keriput tanpa menyentuh stempel emasnya. "Kau membuktikan bahwa dirimu bukan lagi sampah tak berguna yang bisa dibuang ke danau, melainkan alat yang amat tajam bagi klan Pratama."
Tatapan mata Kakek Silas seketika berubah mematikan. Manik matanya yang membeku menusuk lurus ke dalam iris keemasan Clarissa.
"Tapi kau terlalu hijau untuk bermain catur denganku, Cucu Menantu," sambung Silas dingin. "Kau pikir hanya dengan selembar dokumen investasi ini, kau bisa langsung menundukkanku?"
Sret! Sret!
Tanpa keraguan sedikit pun, Kakek Silas membubuhkan tanda tangannya di atas dokumen pengalihan sepuluh persen saham veto milik klan, lalu melempar berkas itu hingga mendarat tepat di hadapan Clarissa.
"Sepuluh persen saham veto ini resmi milikmu. Aku Silas Pratama, tidak pernah ingkar janji," desis Silas serak. Namun, sebelum Clarissa menyentuh kertas itu, Kakek Silas memajukan tubuhnya, menatap Clarissa dan Dominic dengan binar pancingan yang teramat beracun.
"Tapi sepuluh persen ini tidak ada artinya j…
THE QUEEN'S RETURN
BAB 25. Catur Sang Patriatriks
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 28 Episodes
Comments