Kejutan di Balik Pintu Kaca
Anggara mematung di depan sebuah butik mewah di pusat kota Paris. Matanya tidak berkedip menatap sosok wanita yang sedang menggendong seorang balita laki-laki berusia sekitar dua tahun. Wanita itu tetap cantik, bahkan aura kedewasaannya membuat ketampanan Anggara seolah kehilangan taringnya.
"Devina?" bisik Anggara pelan, hampir tak terdengar oleh deru angin kota.
Wanita itu menoleh. Jantung Devina seakan berhenti berdetak saat melihat sosok pria yang selama ini menjadi alasan di balik pelariannya ke luar negeri. Tatapan tajam nan dingin milik Anggara masih sama, namun ada gurat kerinduan yang tak mampu disembunyikan pria itu.
"Mas Anggara?" suara Devina bergetar.
Yang membuat Anggara lebih terkejut bukanlah fakta bahwa Devina menghilang ke luar negeri untuk melanjutkan studi, melainkan balita di pelukannya. Anak laki-laki itu memiliki mata yang sangat mirip dengan Anggara—tajam, berwarna cokelat gelap, dengan bentuk alis yang identik.
Rahasia yang Terpendam
Anggara melangkah mendekat, mengabaikan tatapan orang-orang di sekitar. "Siapa dia, Devina? Kenapa kamu pergi tanpa kata dan sekarang muncul dengan seorang anak?"
Devina mundur selangkah, mencoba melindungi privasinya. "Ini bukan waktu yang tepat, Mas. Aku harus pergi."
"Satu bulan! Aku menyuruh orang mencarimu ke seluruh penjuru Jakarta, tapi kamu hilang seperti ditelan bumi. Dan sekarang, setelah tiga tahun, kamu ingin pergi lagi?" Anggara mencengkeram lembut pergelangan tangan Devina, menuntut penjelasan.
Jenifer, yang ternyata ada di dalam butik, segera keluar melihat keributan itu. Wajahnya pucat saat melihat Anggara. "Anggara? Kamu... bagaimana bisa ada di sini?"
"Jelaskan padaku, Jenifer! Siapa anak ini?" gertak Anggara.
Jenifer melirik Devina dengan ragu, lalu mendesah pasrah. "Dia Arka, Anggara. Buah dari malam perpisahan kalian sebelum Devina memutuskan pergi karena merasa tidak pantas bersanding dengan miliarder sepertimu."
Dilema Sang CEO
Bak disambar petir, Anggara melepaskan cengkeramannya. Dunianya serasa berputar. Selama ini dia mencari kekasih hati, ternyata dia juga memiliki seorang putra yang selama ini tidak dia ketahui keberadaannya. Rasa bersalah, marah, dan cinta bercampur aduk menjadi satu.
"Kenapa, Devina? Kenapa kamu tidak mengatakannya? Aku mencintaimu, tapi aku tidak pernah ingin meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini," ucap Anggara dengan suara serak.
Waduh, makin seru ya guys! Ternyata Devina muncul kembali bukan sendirian, tapi membawa seorang anak yang mirip banget sama Anggara! Apakah Anggara akan menuntut penjelasan atau justru menjauh karena mengira Devina sudah milik orang lain?
Devina menunduk, air mata mulai membasahi pipinya. "Karena orang tuamu, Mas. Mereka memintaku menjauhiu karena aku hanya mahasiswa biasa tanpa latar belakang keluarga yang setara denganmu. Aku mencintaimu, tapi aku tidak ingin menghancurkan hubunganmu dengan keluargamu."
Anggara menarik Devina dan Arka ke dalam pelukannya, tak peduli pada harga dirinya sebagai CEO ternama. "Persetan dengan status. Aku sudah memiliki segalanya, tapi tanpa kalian, aku tidak memiliki apa-apa. Pulanglah bersamaku ke Jakarta. Aku akan membereskan semuanya."
Namun, Devina melepaskan pelukan itu perlahan. "Aku tidak bisa, Mas. Aku sudah membangun kehidupan di sini. Aku mencintaimu... tapi aku tidak ingin meninggalkan kebebasan yang sudah aku perjuangkan demi egomu."
Anggara terdiam. Inilah awal dari perjuangannya yang sesungguhnya. Bukan lagi mencari, tapi memenangkan kembali hati yang telah terluka oleh kastanya sendiri.
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments