Cerita Horor
Sebuah rumah sederhana yang terbuat dari
kayu terletak di pinggir Kota Banyu. Halaman
rumahnya luas sekitar seratus meter,
dengan pemandangan ladang jagung yang
mengelilingi rumah tersebut.
Jarak tetangga terdekat rumah milik
keluarga Bapak Barata Yudha itu cukup jauh,
sekitar dua ratus meter, karena memang
letaknya yang terpencil di pinggiran kota.
Laki-laki berusia empat puluh tahun itu
bekerja sebagai petani jagung. la tinggal
bersama Tammy, istri yang cantik baginya.
la bekerja sebagai penjahit pakaian. Mereka
memiliki dua orang anak. Anak yang pertama
laki-laki berusia 10 tahun bernama Nathan
Prawira Yudha dan anak perempuan yang
bernama Setta Amora Yudha berusia hampir
satu tahun.
Malam itu di tengah hujan deras disertai
angin kencang yang terus membuka jendela
rumahnya dengan paksa, Setta menangis
dengan kencangnya. Dirinya tak mau lepas
dari gendongan ibunva."Bantuin Mama dong, Tan! Pegang adik
kamu sebentar" ucap Mama Tammy
meminta pertolongan pada Nathan yang
sibuk membaca novel karya Sherlock
Holmes di tangannya.
"Emangnya Mama mau ngapain sih pake
ninggalin Setan segala?" tanya Nathan yang
selalu meledek adiknya dengan panggilan
setan.
"Mama mau ke kamar mandi bentar nih
udah gak tahan perut mama mules, masa
mama mau ajak Setta nongkrong di wc terus
ngeliatin mama gitu?" Mama Tammy mulai
bernada kesal memandang Nathan.
"lya, iya, sini aku jagain! ini juga kalau dia
mau aku gendong" Nathan meraih Setta
yang mungil dari gendongan mamanya.
"Tuh kan diem, coba kamu ajak main dulu
ya!" Tammy segera bergegas menuju ke
kamar mandi
Namun, langkahnya terhenti untuk menutup
jendela yang terbuka dan mengencangkan Setta kecil menangis lagi dengan kencang
sambil mendekap tubuh Nathan dan
menyembunyikan wajahnya di dada Nathan
kala itu.
"Kamu takut ya sama geledek?" tanya
Nathan sambil mengayunkan Setta dalam
dekapannya.
Sekelebat bayangan hitam melintas di
dinding kayu rumah Nathan di belakang
tubuhnya.
"Kok, kayak ada yang lewat sih?" gumamnya
melirik ke arah samping kanan dan kirinya.
Dekapan Setta makin erat seperti takut
terjatuh atau terlepas dari gendongan
Nathan.
Tiba-tiba bayangan sosok kepala tanpa
tubuh dan berambut panjang terlihat muncul
di dinding kayu di belakang tubuh Nathan.
Anak laki-laki itu membalikkan tubuhnya,
namun sosok bayangan itu tiba-tiba hilang
dari pandangannya. Setta makin menangis"Kamu takut apa sih, dek? aneh banget
kayaknya ngumpet mulu, abang kan jadi
takut dek"
Nathan menoleh lagi ke kanan dan kirinya
dengan perasaan cemas dan tegang.
Ditambah lagi suasana di luar rumah terasa
mencekam dengan suara hujan deras diiringi
petir sesekali serta awan kencang makin
membuat hawa di sekitar makin dingin
menusuk tulang.
Nathan mengayun-ayunkan adik kecilnya
itu di dekapannya sampai tertidur. Mungkin
karena lelah menangis dan larut dalam
ayunan sang kakak, gadis kecil itu jadi
tertidur dengan lelap.
Tiba-tiba seseorang menepuk bahu Nathan
dan langsung membuatnya tersentak
ketakutan.Mama lammy hanya tersenyum sambil
membuka kedua tangannya untuk meraih
Setta.
"Nih Ma, si setan udah bobo, aku mau ke
kamar ya, aku mau tidur aja, Mama mau
nunggu papa pulang?" tanya Nathan yang
di jawab anggukan Mama Tammy sambil
tersenyum meraih Setta dari dekapan
Nathan
Nathan bergegas menuju kamarnya, ia
naik keranjangnya dan menyelimuti dirinya
sampai menutupi seluruh tubuhnya. Lebih
baik ia segera tidur daripada ketakutan
menghantuinya malam itu.
Tak berapa lama saat Nathan mencoba
untuk memulai tidurnya, seseorang menepuk
punggung Nathan beberapa kali sambil
memanggil namanya.
Tan, bangun nak Mama mau tanya, Setta
ke mana?" Mama Tammy berusaha meraih
selimut Nathan dan membukanya."Mama ini gimana sih, tadi kan Setta sama
Mama?"
Anak laki-laki itu mengubah posisi tubuhnya
yang sudah duduk di atas ranjangnya.
"Lho, Mama tuh baru aja selesai dari kamar
mandi, bagaimana bisa kamu bilang kasih
Setta ke Mama sedangkan Mama baru aja
sampai sini?"
Raut wajah wanita itu mulai bingung dan
cemas.
"Ma, Nathan gak bohong Iho, tadi aku kasih
Setta ke Mama."
Nathan berucap penuh keyakinan.
Suasana hening tercipta saat itu juga.
Kecemasan dan perasaan takut yang
meliputi keduanya seiring dengan suara
hujan yang mulai mereda.Ketukan pintu mengejutkan keduanya,
mama Tammy segera bergegas menyambut
seseorang yang mengetuk pintu rumahnya.
Nathan langsung mengikuti langkah
kaki mamanya itu. Rasa takut sudah
menyelimutinya.
"Assalamualaikum."
Papa Baratha datang dengan menggunakan
jas hujan yang basah berdiri di depan
pintu. Lalu ia melepas jas hujannya dan
menggantungnya di sebuah paku yang
ditancapkan di luar dinding rumah.
"Walaikumsalam."
Sahut mama Tammy dan Nathan bersamaan
dengan bibir yang gemetar.
"Kamu kenapa, Ma?"
Laki-laki paruh baya itu langsung heran
kala melihat kecemasan dan ketakutan
menghinggapi wajah istri cantiknya itu.
"Setta, Pa, Setta.."
Mama Tammy tak dapat menahan tangisnya
yang sudah tak bisa ia bendung dari tadi.
"Setta kenapa? Setta sakit?"
Sang suami mengguncang kedua bahu
istrinya di hadapan Nathan yang juga ikut
menangis ketakutan.
"Setta kenapa, Tan?"
Kini Papa Barata menoleh pada Nathan
mencari jawaban dari putranya itu.
"Tadi Mama ke kamar mandi, terus Mama
titip Setta sama aku, terus gak lama mama
dateng, aku kasih Setta sama mama, lalu aku
ke kamar mau tidur, tapi Mama datang ke
kamar aku dan mencari Setta," ucap Nathan
menjelaskan.
"Terus Setta ke mana?" tanya papa Barata
mulai cemas."Nathan taunya si Setta sama mama, tapi
kata mama dia gak terima Setta, jadi anak itu
hilang pah."
Nathan mengusap air matanya dengan
lengan kanannya.
Terus kalau bukan sama kamu Setta sama
siapa, Ma?" tanya papa Barata lagi dengan
tegas.
Mama Tammy hanya menggeleng dan
menangis sejadi-jadinya memeluk papa
Barata.
"Papa harus ketemu sama Ustad Yusuf ini,
kalian tunggu disini ya!"
Barata langsung bergegas memakai jas
hujannya kembali.
"Tapi Pah."
"Papa harus cepat, kalau tidak, kita akan
kehilangan Setta dan tak akan pernah
menemukannya kembali di alam ini"Baratha memotong ucapan istrinya itu
lalu bergegas menaiki motor bebek warna
birunya dan menyalakan mesinnya.
"Hati-hati, Pa," ucap mama Tammy sambil
menangis.
Nathan mendekap pinggang mamanya
kala melihat papanya pergi menemui ustad
Yusuf. Nathan sudah paham, jika papanya
sampai menemui pak ustad, itu tandanya,
Setta dibawa oleh makhluk halus.
***
tamat
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments
Lia Lia
seru
2023-01-04
0