Penghianatan
Pagi itu almeera sedang memasak didapur seperti rutinitas biasanya, walaupun ia mempunyai pembantu tapi untuk urusan masak ia sering terjun langsung untuk menyiapkan makan untuk keluarga..
"pagi nyahh , apa yang bisa bibik bantu?" ucap salah satu pembantu dirumahh itu .
"ohh enggak usah bik biar saya saja yang memasak , bibik mending ngurusin kerjaan yang lain saja" ucap ku kepada bik nah.
"baik nyahh saya permisi mau bersih-bersih dulu" balas bik nah.. "iya bik" jawab ku..
Tiba\-tiba setelahh sesaat bibi pergi ada tangan melingkar di perut ku, siapa lagi dia kalau bukan suamiku tercinta...
"sayank aku lagi masak lho, jangan ganggu ahh nanti gosong lho masakannya" ucapku.
"biarin , habis kamu tambah cantik kalau lagi masak" kata novan.
"alahh gombal,, cepet ahh lepasin nanti diliat bibik kan gak enakk" ucapku
"cium dulu ,ntar baru aku lepasin". ucap novan
Tanpa bicara lagi aku langsung mencium pipi mas novan, "udah tuhhh" . kataku . "ihh kok disitu sih yank ,,aku kan pengennya disini" .ucapnya sambil menunjuk bibir.. "ihh ogahh. Mas kan belom mandi , mandi sana keburu siang mas". omelku . "iya iya aku mandii" katanya sambil berlalu menuju kamar.
Setelah mas Novan pergi aku langsung menyelesaikan masak ku . Hari ini aku memasak sup kesukaan anak dan suamiku, tak lupa pula aku menggoreng tempe, tahu dan ayam sebagai pelengkapnya.
"selesai juga" ucapku langsung mencuci tangan dan akan menuju kamar untuk menyiapkan keperluan mas Novan untuk ke kantor.
Sesampainya dikamar aku mendapati mas Novan yang sedang duduk disofa masih mengenakan jubah mandi...
"kok belum pakai baju sih mas? " tanyaku
" kan belum kamu siapin yang". jawabnya sambil memainkan ponselnya... suamiku memang sedikit manja kalau kepadaku . ia sesalu memintaku menyiapkan semua keperluannya terutama soal pakaian yang akan dipakai kekantor. Tapi aku tetap merasa senang soalnya ini yang bisa bikin kita tetap dekat setiap harii.
Aku lalu memilihkan setelan pakaian untuk suamiku, dan ia langsung memakainya.
"yang pake in dasinya dong" ucapnya manja padaku.
"iya iya ,sini aku pakein, dasar manja" ucapku sambil mengambil dasi dan langsung memakaikannya.
"selesai.. aduhhhh gantengnya suamiku"
ucapku menggoda suami ku..
"iya dong baru sadar punya suami yang gantengnya gak ketulungan kaya aku" ucap mas novan
"mulai deh narsisnya.. " cibirku
"mas nanti aku pamit keluar ya ,mau arisan sama temen-temen sekalian mau daftarin si Dannis sekolah.. "ucapku lagi pada mas Novan. Ohh yaa Dannis adalah anak laki- laki kami. . Dannis Putra Pratama. umurnya masihh 4 tahun tapi sudah ingin sekali bersekolahh maka kami sebagai orang tua hanya bisa menuruti selagi itu masih baik untuk anak kamii..
"iya yank hati- hati yaa .nanti aku transfer buat arisan sama daftarnya" ucap mas novan
"aduhhh makasih banget mas, pengertian bngt sih " ucapku sambil langsung mengecup bibirnya cepat..
"ya donk.. maav yaa aku gak bisa anterin kamu.. "ucap mas novan. "iyya mas gpp kok, aku bisa sendiri. aku tau kamu lagi banyak kerjaan banget dikantor".. balas ku.
"makasih yaa yank udah mau ngerti" ucap mas novan sambil memegang pipiku
"sama-samaa mas."
"Yaudah mas kalau udah selesai siap-siapnya cepetan turun mas buat sarapan yaaa.. aku mau kekamar Danis dulu buat bangunin dia" ucapku ke mas Novan sambil berlalu.
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments
Georgia Laury
hai! tertarik mendapatkan banyak pembaca dan pendapatan lebih? silahkan tinggalkan informasi emailmu nanti aku akan menghubungimu dengan detailnya
2022-04-05
0