Ini Bukan Takdir
''Sakiiit, hati ku sakit, tuhan lindungin aku'' Simy bergumam di dalam hati tangannya yang terus meremas dadanya dan air mata yang terus mengalir kini dia merasa hatinya sedang di sayat dengan pisau yang tajam.
''Apa yang barusan aku lihat ? Ami ? dia berkencan dengan wanita lain.'' Gumamnya lagi. Simy bergegas pulang karena saat itu cuacanya sedang hujan deras awan hitam yang suram seperti hati nya saat ini. Simy berjalan menyusuri jalan yang mengarah ke arah rumah nya. Ia tak bisa melupakan kejadian itu. Ami, seorang pria yang telah menjalin kasih dengannya selama 5 tahun kini tergoda oleh wanita lain.
Jalanan sepi karena cuaca dingin di sertai dengan hujan yang deras, awan hitam yang suram seperti sedang mewakili hatinya saat ini. Simy berhenti berjalan, kakinya sangat lemas ia pun berjongkok di tepi jalan,sambil mengusap air mata. Bajunya basah karena ia berjalan tanpa mengenakan payung.
Ia merasakan kesedihan itu di saat teman-temannya tidak ada di kota ini. Simy merasa tidak memiliki siapapun untuk di ajak bicara dan meluapkan isi hatinya. Ibu dan ayahnya telah lama meninggal sebelum ia menjalin kasih dengan Ami.
Simy hidup sendiri, tidak memiliki kakak atau pun adik, sungguh kejam dunia ini membiarkan seseorang wanita yang lemah di sakiti, dan di biarkan nya sendiri saat ini.
''Aku, apa yang harus aku lakukan ? berpisah ? berapa banyak laki-laki yang akan menyakitiku ?'' ucapnya sambil memandangi langit di atas.
Simy bangun dari jongkoknya ia berjalan pelan ke arah Bar, mungkin saat ini ia ingin menenangkan pikirannya dulu dan membuang jauh semua masalah seolah tidak ada yang terjadi.
Sesampainya Simy di rumah dalam keadaan mabuk berat ia merebahkan badannya di atas sofa yang hangat. ''Ami, tak ku sangka kamu akan seperti ini. Dasar Bajingan!." ucapnya sambil membanting botol minuman yang masih ia pegang.
Simy memutar lagu ''WAYO'' ia mendengarkan dan menikmati lagu itu karena lagu yang saat ini ia dengarkan adalah kata-kata atau kalimat yang ingin ia katakan setelah hati nya hancur. Simy menikmati nya sampai tertidur di sofa.
Pagi pun tiba, cahaya yang menyoroti wajahnya membuat ia terbangun dari tidurnya. ''Apa yang terjadi dengan ku ?.'' gumamnya, ia sadar bahwa kemarin ia mabuk dan tidak sempat mandi,Sofanya basah karena ia tidur mengenakan baju yang Basah terguyur hujan.
Ponsel nya berdering itu panggilan telepon dari Ami, Simy mematikan ponsel nya dan segera mandi karena harus berangkat kerja.
''Bagiku dia seorang musuh ku saat ini dan nanti''. gumamnya dalam hati.
Setelah sarapan ia bergegas pergi bekerja. Simy bekerja di Rumah sakit Sebagai perawat. Ia memesan taksi online karena jarak tempat kerjanya lumayan jauh dari rumahnya. Setiba nya di rumah sakit Simy memulai pekerjaannya seperti biasa. Ia sangat menikmati pekerjaan ini. Tak lama kemudian Simy menerima pesan dari Ami , Ami mengirim foto undangan pernikahannya dengan Wanita lain. Betapa hancurnya hati Simy setelah melihat itu,tak kuasa air mata nya pun mulai berderai. ''Ami apakah kamu sudah bosan dengan ku ?.'' ucapnya sambil menutup mulut dengan satu tangan.
Simy benar-benar shock dan memilih untuk pulang, ia meminta izin atasannya. ''Pak saya mohon izin kepala saya terasa pusing saat ini, bekerja pun saya tidak kuat, mohon pengertiannya.'' ucapnya meminta izin dari atasannya yang bernama Pak Herman.
''Baiklah simy beristirahatlah, jika perlu apa apa hubungi kamu''. ucap pak Herman sambil memegang pundak Simy. Pak Herman memang baik, simy sudah menganggap nya seperti ayah nya sendiri.
''Baik pak terimakasih.'' ucapnya sambil menundukkan kepala dan meninggal kan ruangan Pak Herman.
Simy berjalan keluar dari rumah sakit cuaca pun masih sama seperti kemarin. Namun saat ini hujannya tidak begitu deras hanya hujan gerimis tetapi awan hitam tetap ada. ''Aku harus merelakan nya, Ami, dia bukan laki-laki yang baik, aku pantas melupakannya''. gumamnya dalam hati sambil berjalan di atas trotoar tanpa mengenakan payung.
Kakinya keram mungkin karena berjalan terlalu lama. ia pun duduk di kursi taman sambil memandangi indahnya awan hitam di atas. ''Kamu sama seperti ku, suram.'' gumamnya kepada awan hitam.
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments