Dimensi Tabu : Jangan melintasi di tengah malam

Aku punya teman, dia adalah orang yang paling up to date soal berita. Entah itu kabar angin maupun faktual, ia punya semuanya.

Suatu hari dia datang padaku dan menceritakan bahwa beberapa orang telah menghilang baru-baru ini. Ia bilang mereka telah melanggar suatu tabu yang tidak mereka sadari. Ia juga menceritakan padaku beberapa tabu yang ia tahu namun tidak banyak orang yang tahu dan percaya, aku pun tidak terlalu menganggap serius saat itu.

Kini aku sedang mencuci alat makan di kamar mandi, meninggalkan ibu dan adikku yang bodoh secara mental di meja makan. Adikku ini sudah gadis berusia belasan, namun sayang pertumbuhan mentalnya masih anak-anak, aku sedikit khawatir bagaimana ia nantinya. Semoga ibu bisa mengurusnya dengan baik sendirian.

Aku berpikir seperti ini karena aku masih berada di kamar mandi melewati garis yang ada di tengah rumah kami, juga ayahku sedang menungguku untuk masuk kamar mandi setelahku.

Saat itu tengah malam dan aku tiba-tiba teringat ucapan temanku "Jangan melintasi pertengahan di tengah malam pada pertengahan hari dan bulan, atau kamu tidak akan pernah bisa kembali."

Setelah itu aku merasa pandanganku memburam dan lingkunganku nampak berbeda, ayahku juga heran soalnya ia mengalami hal yang sama namun tak tahu apa-apa, aku pun memberitahunya.

Aku pun menceritakan tentang apa yang temanku katakan padaku. Aku pun juga menyampaikan ketidakpercayaanku pada cerita temanku sebelumnya jadi aku tak menyangka ini benar-benar terjadi.

Kini kami tak dapat lagi bersatu secara utuh sebagai keluarga, aku dan ayahku akhirnya tinggal bersama tanpa ibu dan adikku. Kami pun tak tahu bagaimana kabar terbaru mereka saat ini. Semoga mereka tidak terlalu terpuruk akan kehilangan kami.

Beberapa hari telah berlalu kami menemukan rumah untuk kami tinggal sejak hari pertama, entah ini memang rumah kami versi dimensi lain atau rumah kosong disini, tapi yang pasti ini sudah ada sejak kami terpisah ruang dari tempat asal kami. Kami pun tinggal disini dengan nyaman, sama halnya seperti di dunia asal sebelumnya. Hanya saja rasanya sepi, hampa tanpa ada separuh lainnya dari anggota keluarga ini.

Setelah cukup beradaptasi disini aku kembali bertemu dengan temanku yang baru kusadari aku bahkan tak tahu siapa namanya.

Seperti kilasan, aku menyadari bahwa ingatanku agak samar dan aku hanya mendengarnya saja tanpa aku ingat aku pernah berbicara padanya, rupanya pun tak sejelas saat ini. Ia tersenyum tanpa bicara apapun dan menatapku dengan pandangan seolah memberitahu, "Nah, apa kubilang. Kamu pasti melanggar tabuku kan?"

Lalu aku sadar ia sendiri berada di dimensi ini lalu bagaimana cara ia memberitahuku di dimensi lain? Setahuku jika seseorang hilang dari dunia nyata ia akan sepenuhnya hilang dan tak akan bisa kembali. Terbukti dengan orang-orang hilang yang tak pernah berkabar lagi, bahkan jasad pun tiada.

***

Maaf ya pendek, soalnya kalau aku perbanyak nanti jadi berbeda. Ini asli 100% dari mimpi sih, masih agak sulit disampaikan lewat kata.

Tentang alasan mencuci piring tengah malam, maupun ayahnya yang ngantri seolah kamar mandi cuma satu-satunya juga kenapa sama-sama ke kamar mandi di tengah malam.

Mungkin karena kebiasaan aku juga yang bisa sampai nyuci baju tengah malam sebelum tidur. Biasanya aku sikat gigi atau cuci muka sebelum tidur, dan kalau ada cucian kadang tergoda nyuci sekalian😄

Juga tentang antri, mungkin karena di rumah banyak orang sering antri kalau ke kamar mandi, ini juga kalau kebetulan barengan (sering sih).

Sekian dari keganjilan beberapa plot, selebihnya masih misteri.

Oh iya, aku mimpi ini itu pagi ke siang beberapa hari lalu, mungkin sekitar jam 9 ke 10, aku lupa🤫.

Episodes

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play