Bab 3

Ayu dapat melihat siluet tubuh Arjun, ukuran dan bentuknya yang matang, kokoh, dan tengah memanas demi menyatu sepenuhnya bersama Ayu.

Ayu menyambutnya, melebarkan sedikit posisinya, kemudian melingkarkan kakinya di sekitar pinggul Arjun, seakan memberikan ruang dan undangan tanpa kata. Dalam saat yang paling intim itu, dua insan bukan lagi terpisah, tapi tengah bergabung, menjadi satu kesatuan, raga dan jiwa.

Jantung Arjun bergedup kencang, nafasnya terasa lebih berat, lebih bergelora. Dengan lembut, perlahan, dia mulai menempel, mencari titik pertemuan, tempat di mana dua menjadi satu. Ayu dapat merasakan kehangatan dan ukuran Arjun, perlahan memasuki, memenuhi, dan menyatu di dalam dirinya.

“Aah...” Ayu bergumam, sebuah desahan yang tercipta dari pertemuan itu. “Pelan-pelan… jangan berhenti.” katanya, setengah meminta, setengah memberikan, sebuah kalimat yang meluluhlantakkan segala dinding kecanggungan.

Arjun, sambil menahan gelombang perasaan yang tengah bergelut di dadanya, mulai bergerak, perlahan dan lembut, kemudian lebih bergelora, sesuai irama yang tercipta dari masing-masing detak jantung dan tarikan nafas. Kulit mereka bergesek, menyatu, menjadi sebuah perjalanan, sebuah kisah, di mana dua manusia saling menemukan makna, kepuasan, dan cinta yang paling mendalam.

Ayu melenguh lebih sering, lebih lepas, terbawa gelombang perasaan yang tengah terjadi. Arjun merapat lebih erat, mencari dan memberikan, memenuhi apa yang diharapkan, apa yang diinginkan, dan apa yang tengah bergelora di hati masing-masing.

Derit tempat tidur kian bergemerit, selaras dengan irama pertemuan dua raga yang tengah dimabuk cinta. Ayu tak mampu lagi menahan suara-suara dari dalam dirinya — desahan, rintihan, dan erangan lembut — memenuhi keheningan, bergema di tengah gelapnya malam.

“Aah… Arjun… terus… jangan… berhenti…” katanya di sela nafasnya yang terengah, sambil jari-jarinya mencengkeram erat lengan Arjun, mencari sandaran di tengah gelombang kenikmatan yang tengah melandanya.

Arjun, sambil terus bergerak, menyatu lebih erat, lebih dalam, bergelung bersama Ayu, menjadi satu kesatuan. Dalam remang, cahaya rembulan yang menembus jendela turut menjadi saksi pertemuan dua hati, dua raga, dan dua jiwa yang tengah mencapai puncak perasaan.

Ayu dapat merasakan setiap inci kehadiran Arjun di dalam dirinya. Dalam gelap, di tengah keheningan yang tengah bergelora, tubuhnya menjadi peka, menyala, dan hidup pada setiap gesekan, setiap dorongan.

Rasa yang Ayu dapatkan bukan hanya sebatas sentuhan fisik, tapi juga gelombang kenikmatan yang memenuhi seluruh syarafnya. Dalam kehangatan yang tengah tercipta, Ayu merasakan bagaimana ukuran dan kepadatan Arjun memenuhi ruang terdalamnya, bergelung, bergesek, dan memberikan sensasi luar biasa.

“Ini… luar biasa… Arjun… ah.. ah...” katanya sambil terengah, tengah mencapai puncak perasaannya. Dalam setiap gerakan, Ayu dapat merasakan kepuasan yang manis, nikmat, dan lengkap — seakan-akan seluruh masalah, kesedihan, dan kesepian yang pernah dia rasakan lenyap seketika, berganti menjadi gelombang kenikmatan yang tak terbendung.

Ayu merasakan gelombang kenikmatannya tengah mencapai puncak. Dalam ritme yang kian intens, tubuhnya mulai gemetar, dinding-dinding di dalamnya seakan mencengkeram erat, menyelubungi Arjun, memberikan sensasi yang luar biasa, nyaman, dan tak terlupakan.

“Arjun… aku… sebentar lagi...” katanya terengah, sambil jari-jarinya mencengkeram punggung Arjun lebih erat, mencari pegangan di tengah gelombang yang tengah bergelora.

Arjun juga merasakan hal yang sama. Cengkeraman Ayu yang erat dan hangat membuatnya hampir mencapai puncak, sebuah pelepasan yang tak dapat lagi dibendung.

Dalam kesatuan itu, dua hati, dua raga, tengah mencapai klimaks bersama.

Bersamaan, setelah gelombang puncak melanda, memenuhi seluruh syaraf, lalu perlahan surut, berganti menjadi kehangatan dan kedamaian, saat dua insan yang tengah dimabuk cinta itu bergenggam erat, menyatu, dan melupakan segala sesuatu kecuali satu sama lain.

Episodes

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play