The Day We Met
Aku, anak perempuan dari seorang pengusaha terkenal dan seorang model internasional, baru saja dijodohkan. Tentu saja, ini keputusan orang tuaku. Aku tidak bisa menolak mereka. Mereka bilang ini akan menguntungkan perusahaan ayahku. Jujur saja, aku ingin menolak. Tapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa mengecewakan mereka.
Tapi satu hal yang tidak ku ketahui adalah, dia menyimpan rahasia yang sangat besar. Orang tua ku, menyembunyikan semua ini dariku. Apa mereka tidak berpikir bahwa ini akan merugikan ku?
Aku tidak peduli lagi. Aku terkadang sudah muak dengan ini semua. Tapi ternyata ini semua berbeda.
*3 tahun yang lalu*....
"Jessica, kami tau bahwa mungkin kamu akan susah menerima ini. Tapi, kami telah menjodohkan mu."
Aku merasa seolah dunia ku runtuh. Apa maksud mereka. Aku baru saja akan masuk kuliah, dan mereka akan menikah kan aku?
"Papa ingin minta maaf, ayah tau ini berat untuk mu. Tapi coba lah mengerti. Ini demi kebaikan kita semua."
"Aku tidak masalah, pa. Aku senang" kata ku
Kenapa hidup ku seperti ini. Aku hanya ingin sekali saja, hanya sekali, bisa kah mereka tidak mengatur hidup ku. Seumur hidup ku, aku berusaha hidup diatas ekspektasi mereka. Kenapa, mesti aku yang menanggung ini. Dulu, ketika mereka ingin aku bisa mahir dalam bermain semua alat musik, aku tidak masalah. Mereka juga ingin aku mahir dalam berbagai bahasa, aku juga tidak masalah. Tapi kenapa, aku tidak bisa memilih orang yang akan ku nikahi.
"Besok kita akan bertemu dengan nya. Kita akan menentukan tanggal pernikahan kalian."
Aku hanya mengangguk. Aku kemudian berjalan kembali ke kamar ku.
Aku sudah berusaha untuk tidur, tapi tidak bisa. Aku tidak bisa berhenti memikirkan besok. Apa aku bisa menghadapi mereka. Aku harap begitu.
Keesokan harinya
"Jessica, mama sudah menyiap kan baju mu. Pakailah ini."
"Mama ternyata memang tidak salah pilih."
Aku hanya tersenyum. Kami langsung pergi ke kediaman mereka. Selama diperjalanan, aku hanya bisa melamun. Sekitar 15 menit kemudian, kami pun tiba.
"Selamat datang, silah kan. Akan saya panggilkan putra saya."
Kami kemudian memasuki rumah mereka. Aku sangat tegang.
"Perkenal kan, ini putra ku, Kevin."
"Halo, nama ku Jessica." Kata ku
"ya, perkenal kan aku Kevin."
Dia menjawab ku seperti tidak ada niat. Tiba-tiba, suasana nya menjadi canggung.
"Ternyata Jessica masih tetap cantik seperti dulu ya." Kata ibu nya Kevin
Apa maksud nya? 'Dari dulu'? Apakah kami sudah pernah bertemu sebelumnya? Seperti nya belum.
"Ah, iya, makasih ya bu." Jawab mama
"Saran saya, sebaik nya mereka adain resepsi."
Mereka pun mulai berbincang. Aku masih merasa gugup.
"Ikut aku ke taman." Kata Kevin
Aku langsung mengikutinya. Mereka ternyata memiliki taman yang sangat indah. Andai kan di rumah ku ada taman seperti ini.
"Berapa usia mu?" Tanya nya
"Tahun ini 20 tahun."
Dia mengela napas..
"Kau jauh lebih muda dari dugaan ku. Aku 25 tahun.
Aku terkejut. Dia sudah 25 tahun? Aku kira dia sekitar 22 atau 23 tahun. Tiba-tiba seorang pelayan menghampiri kami. Dia menyuruh kami untuk datang ke ruang tengah. Apakah telah terjadi sesuatu?
"Kalian akan resepsi tanggal 23 bulan ini. Untuk pernikahan 2 minggu setelah itu."
Apa? Cepat sekali!
🍃🍂🍃🍂
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments