Jangan Mencicip Aku Terlalu Lama!
Hari ini aku benar benar harus mempersiap kan diri, karena ini hari pertama aku bekerja di restoran tua mandarin, tentu perasaan aku selalu gugup karena aku selalu kurang siap dengan orang orang baru, namun ini adalah jalan satu satu nya untuk aku bisa membeli barang yang aku ingin kan, sebelum itu aku mencari pekerjaan sampingan ini banyak yang menabrak jam sekolah aku, namun aku sangat beruntung karena pemilik restoran tempat aku kerja adalah kenalan nenek aku lalu nenek aku menawarkan nya kepada aku dan ini jadi peluang untuk aku, bukan hanya itu pekerjaan nya sangat cocok untuk aku karena pelayan nya adalah umur lansia atau pun sering ada ibu ibu dewasa yang berkunjung ke toko makan itu, aku tau diriku bakal tidak siap dengan orang baru namun orang orang lansia atau ibu ibu aku bisa menghadapinya karena aku sering bersama nenek aku jadi ini tidak masalah untuk aku.
"Nenek aku berangkat kerja dulu ya!"
Dengan suara keras untuk suara aku terdengan nenek aku karena nenek aku sekarang masak maknan malam, tapi kali ini aku berpesan tidak masakan untuk aku karena aku sudah membawa bekal sendiri.
"Kuyi tunggu!"
Tiba tiba nenek aku menghampiri aku.
"Nenek aku sudah bilang aku bawa bekal sendiri"
Jawab aku seperti itu karena nenek aku terkadang kadang lupa yang aku bilang.
"bukan itu"
sambil menarik muka aku kehadapan muka nenek aku
"chuup..."
nenek aku mencium muka ku seolah olah dia ini seperti perpisahan untuk dia.
"aaahhh... Nenek aku bukan anak kecil lagi."
Jawab aku sambil melap kecupan dia.
"hati hati ya Kuyi nenek kuatir, karena badan kecil mu itu gampang di bawa oleh orang besar"
Mendengar kata itu aku malu terhadap diri aku sendiri.
"aaahhh.. nenek terlalu banyak kuatir, oke nenek aku berangkat dulu ya!"
Dengan melambaikan tangan kearah nenek aku melihat nenek juga melambaikan tangan nya juga untuk aku, pada saat itu juga aku berjalan menuju restoran tempat aku kerja.
Tempat aku ke arah pekerjaan aku lumayan terbilang jauh namun transportasi umum di tempat ku cukup membantu aku untuk sampai ke tempat tujuan, juga aku tidak perlu harus banyak berjalan, karena dalam kereta aku bisa mengistirahatkan kaki aku sebelum brangkat lagi. Berikut nya pemberhentian kereta yang aku naik adalah stasiun perkotan tua mandarin tidak jauh juga dari stasiun menuju ke tempat kerja aku, tentu tempat nya sangat ramai karena masih sore banyak toko berbukaan, dengan berjalan untuk menuju ke tempat kerja aku memasuki gerbang selamat datang lalu di sambut cahaya merah dan oren di mana mana aku tiba tiba merasakan cahaya imlek padahal imlek dua bulan lagi, tidak lama aku sudah berada di depan pintu aku pun juga di sambut oleh ibu yin.
"kuyi selamat datang!"
Kata sambutan dari ibu yin.
"selamat sore bu, apa yang bisa saya bantu bu?"
Saat itu juga aku menghampiri ibu meminta apa yang di bantu karena aku merasa tidak enak saat ibu yin mepersiap kan untuk membuka restoran nya dengan seorang diri.
"ahh tidak perlu, o iya kamu akan menggunakan pakaian yang telah di siap kan ya, di tempat loker."
Minta ibu yin sambil menolak permintaan pertolongan aku.
"oke bu namun ibu meminta sesuatu ibu bisa minta bantuan aku."
"hahaha kamu anak yang baik, kalo gitu untuk hari ini tolong kerja sama nya ya."
Benar kata nenek aku ibu yin sangat ceria dan baik aku juga lupa seberapa lama nenek aku berteman dengan ibu yin, saat membuka pintu aku pun memasuki loker kariyawan dan bertemu seseorang yaitu sahabat nya ibu yin.
"selamat sore"
Sahut ke sahabat ibu yin yang lagi membenar kan sepatu nya.
"ahhh sore juga, kamu yang bernama kuyi?"
"i, i, iya, tolong kerjasama nya"
Sambil berdiri di pintu saat mengatakan itu lalu menuju ke loker aku setelah mengatakan itu.
"haha benar kata nenek mu, kamu terlalu imut, berhati hati lah banyak ibu ibu menggoda kamu nanti."
Dan aku terkejut saat mendengar itu, bukan kah bapa bapa yang akan mengoda aku.
"maaf apa maksud nya itu hehe?"
Dengan bingung nya aku mengatakan itu.
"hahaha liat saja nanti kamu akan tau, dan kamu juga tidak sendiri nanti kerja nya jadi jangan kuatir, yang pasti saran aku kamu harus galak ke pelanggan, oke aku mepersiap kan barang dapur dulu ya, tolong kerja sama nya!"
Ahhhh aku benar benar ke bingung an dalam perkataan dia, namuan aku tidak tau bagai mana bermuka marah dan tidak pernah melakuakan hal yang kasar sesaat memikirkan itu aku mulai kuatir bagai mana saat kerja nanti. Pakain yang di beri ibu yin sangat cocok dengan aku namun kok pakaian nya sangat ketat, dan sedikit terbuka di bagian paha aku, sukur sekali aku membawa stocking untuk menutupi paha terbuka aku, sambil bercermin dan melihat pakain pelayan yang di berikan ibu yin aku seperti ingin merayakan imlek karena pakain aku serba merah dan emas, lama kelamaan aku melihat aku sedikit malu dengan pakain ini, dan tidak sadar aku saat liat jam aku telat lima belas menit dan aku teburu buru ke tempat kasir dan tiba tiba semua kursi dan meja tersusun rapi, aku seperti merasa bersalah kepada ibu yin karena tidak ada yang harus aku bantu, saat melihat arah ke ibu yin di kasir aku menghampiri nya.
"m, m, maaf ibu yin aku terlalu lama di locker"
Menyampaikan rasa bersalah aku kepada ibu yin.
"ahh tidak lagian ini perkerjaan rutin aku, lagian kamu di sini cuman melayani orang saja gak lebih, jadi santai saja"
"ahhh maaf ibu yin."
Aku tidak tau harus ngomong apa tapi hanya itu yang aku katakan ibu yin tanpa memikirkan kesalahan aku.
"apa kamu sudah berkenalan dengan xinjiang di loker tadi"
Ahhh itu nama sehabat ibu yin tadi di locker.
"iya bu udah"
"haha bagus, namun kamu belum berkenalan dengan bibi kan?"
"belum bu."
Pada saat itu juga ada tamu yang datang.
"wow ngomong ngomong soal bibi dia sudah hadir di sini."
Wahhh dia yang bernama bibi tanpa tidak tau dia telat pun menuju ke arah ruang ganti.
"selamat sore bu yin."
Dengan santai nya dia ke arah ruang ganti.
"haha dia seperti biasa nya kaya gitu namun dia baik kok kepada orang baru."
Aku hanya saja berpikir semoga bisa akrap dengan bibi karena dia lah yang lumayan lama bekerja sebagai pelayan di sini, tapi dari liat mood dia sepetinya agak susah aku akrap dengan dia.
Di luar restoran mulai ramai sekali dengan orang orang berlewatan, dan restoran kami juga sudah buka selanjut nya telah tiba aku bersiap diri untuk berkerja melayani pelanggan aku harap hari ini akan tidak ada melakukan hal yang buruk kepada pelanggan, beberapa menit pun ada seorang bapa bapa dengan kedua teman nya memasuki restoran kami sepertinya mereka akan memesan sesuatu, untuk memudah kan mereka tanpa harus ke kasir sebaiknya aku menghampiri mereka dan bertanya apa yang mereka pesan.
"ibu yin seperti biasa ya."
"oke"
Tanpa memesan apa apa mereka kembali lagi ke tempat duduk depan teras, lalu ibu yin menekan bel nya dan mengatakan pesanan nya.
"3 orang seperti biasa."
Aku baru tau kalo memesan cuman hanya lewat bel begitu aku pikir aku yang akan pergi ke dapur untuk mengatakan yang akan di pesan, tiba itu juga bibi keluar dari locker nya dan membawa tiga minuman untuk pelanggan di depan.
"wow sangat cepat sekali itu buat pelanggan didepan?"
Sambil mengatakan itu di dalam hati, aku pikir bibi selesai di locker dia bersantai di ruang dapur untuk menunggu paggilan, teknik bagus untuk orang lama sendai nya aku seperti itu pasti akan jadi menyusah kan, Lalu bibi pergi ke arah aku dan mengatakan hal lucu kepada aku.
"badan mu kecil juga ya kuyi."
Tatapan dia sangat dekat setiba aku malu di liat bibi.
"haha jangan mengoda anak baru bibi."
Ibu yin seperti menyalamatkan aku dari tatapan bibi, jujur aku pasti sudah merah muka aku.
"kalo ada hal aneh dengan prlanggan tolong beri tau aku ya"
Ahhh dia benar benar perhatian namun aku tidak mau merepotkan orang lain aku mau bekerja sekuat tenaga aku.
"i,i,iya tolong kerja sama nya."
Sambil menunggu pelanggan lain aku meperhatikan bibi dia sedang baca buku di pojokan aku pikir dia akan berngbrol dengan ibu yin atau ke ibu xinjiang di dapur namun dia diam saja di pojokan aku pikir dia sangat menyeram kan namun dia terlihat calem banget. Setiba itu datang grombolan ibu ibu sedang membawa peralaatan mojang?
"hallo yin aku pesan empat kursi ya"
"wow kali ini banyak sekal kamu bawa ya"
Mereka akrap sekali seperinya ibu ini sudah berlangganan lama di sini.
"kau tau yin aku bawa mereka karena mereka sangat bete di pekerjaan jadi aku saran kan mereka ke sini."
Jadi semuanya pelanggan ini satu kerja.
"ahahaha hal yang tepat"
"iya yin, 新來的孩子在哪裡?"
Mangatakan itu sambil berbisik, menggunakan bahasa mandarin aku pun gak menegerti perkataan mereka meskipun bisikan mereka masih terdengar.
"ohhh, 那"
Lalu mereka seperti melirik aku.
"hehe, 他是如此的可愛"
Aaahhh aku sangat penasaran apa yang mereka bicara kan yang pasti ibu itu menargetkan aku sesuatu, apa akan aku di bully aku harap permintaan nya tidak melakukan hal yang kasar terhadap aku.
"dek, dek boleh minta tolong."
Aku terlalu focus dengan perkataan yang tidak aku dengar dari pembicaraan ibu yin dan teman nya, sampai sampai ada yang memint bantuan aku terkejut lalu aku spontan ke tempat ibu itu.
"i, i, iya bu" aku berjalan cepat ke arah ibu yang memanggil aku.
"apa yang saya bantu bu."
Sesampai di depan, ibu yang sedang berbicara sedikit ketawa melihat aku setiba perasaan aku mulai tidak enak.
"yubin liat dia seperti aku waktu muda."
Setiba grub itu ketawa semua.
"hey bagai mana kau tanyakan perawatan kulit nya." mereka mulai melempar pertanyaan yang aneh, menurut aku.
"hey, apa perawatan cantik kamu sampai lebih lima ratus ribu?"
Saat itu aku juga sambil mencatat pesanan tiba tiba juga tangan aku di peggang di raba nya dengan ibu yang menanykan hal yang bingung aku jawab, dan sekelilingan juga sangat bersora sorai untuk ibu itu juga.
"maaf bu tadi mau pesan apa ya?"
"sudah ziangki. kami semua pesan Baijiu." ibu yang ada di sebelah menyelamat kan ku dari pegangan ibu sebelum nya sambil memesan minuman keras tak pikir anjang aku langsung pergi untuk mengambil nya.
"ahhh moi gak asik."
"dia ya yang anak baru itu?"
"telihat sangat imut, aku sepertinya akan betah disini."
"hahaha aku juga."
Aku mendengar apa yng mereka katakan itu sambil tertawa aku mulai kuatir akan seterus nya. Namun aku tidak mau di taklukan sama ibu ibu itu munkin aku akan mengabaikan apa yang mereka minta apapun itu hal yang termasuk aneh.
"apa semua berjalan baik?"
Tanya ibu xinjiang sepertinya bliau sadar hal aneh terjadi terhadap diriku karena muka aku.
"hehe hanya candaan ibu ibu itu aja tapi tidak perlu di pikirkan aku bisa mengatasi ini bu."
Saat aku mengatakan itu ibu xinjiang tidak percaya gitu meliat aku.
"bercanda mereka itu tidak normal, sandai nya kamu tidak enak kamu bisa minta bantuan bibi ya."
"iya bu!"
Setelah aku mengambil sebottol minuman aku langsung pergi ke depan, dan aku mliat salah satu ibu ibu menari entah itu kesenang atas kemenangan tapi dia menari seperti orang mabuk aku juga belum meberi dia minum, setelah mengedap ngedap meletakan minuman di meja aku ketahuan dan aku di ajak menari sama ibu itu.
"ahhh hey anak manis menarilah bersama tante"
Sambil menolak nya aku di tarik.
"ahh tidak aku ada yang haru aku antar-"
"hahaha lalala"
"haaaaah"
Dia tertawa bahagia dan aku teriak histeris, saat selesai menari kepala ku pusing saat berputar lalu aku di duduki sekelompok ibu ibu yang ada.
"haha nak apa kami bisa main mojang?"
Dengan halus nya dia menaikan kepalaku untuk menatap dia dengan satu jari dia.
"ahhhh aku tidak bis-. Ahhhhh!"
Terkejut nya aku saat ada yang menyentuh paha aku.
"lihat paha nya sangat halus dan kecil"
"ahhh aku ingin kulit seperti dia"
Saat itu mereka sambil minum aku pun merasa pusing saat mencium bau air keres nya, mata aku pun berkunang kunang tidak tau apa yang aku lakukan.
"kuyi! Ada pesanan yang di antar"
Bibi pun menyelamatkan kan aku.
"permisi aku mau mengatarkan sesuatu, hehe."
Aku pun lepas begitu saja dan tak meliat jalan di depan aku. Tanpa sadari aku terpeleset tanpa sepatah kata aku bilang minta tolong, syukur nya ada bibi yang menahan aku agar tidak jatoh.
"kamu tidak apa apa."
"ah~ terima kasih."
"kyaaaaaa~"
Sorak sorai dari seklompok ibu ibu itu, aku pun menutupi malu aku dan pergi kedapur lalu memikirkan apa yang telah terjadi saat aku sangat berdekatan melihat bibi.
"ahhh~ ada apa dengan hati aku sangat berdedak kencang." memikar itu dalam hati aku.
"apa yang terjadi sangat meriah sekali di depan?"
Terlihat nya ibu xinjiang sangat ceria melihat kehebohan di depan, namun aku mengatakan nya hal biasa saja.
"tak apa bu hanya ada seorang ibu yang merayakan kemenangan nya."
Aku sedikit berbohong kepada ibu xinjiang, aku mengatarkan makanan ke depan kepada bapa bapa, sesampai ke depan kasir aku melihat bibi lagi dengan ibu yang menari bersama aku waktu tadi namun tarian dia sangat halus, perasaan aku juga berubah entah melihat bibi menari perasaan aku terasa berat namun itu membuat pekerjaan aku mulus, saat selesai aku kembali lagi untuk duduk.
"hirau kan aku ini ibu sudah mabuk."
Aku tidak mentakan apa apa lalu duduk dan melihat dari kejahuan ibu itu menari bersama bibi setiba tangan ibu itu menyentuh pipi bibi, aku tidak tau berpikir apa lalu kedepan dan mengatakan.
"maaf bu tolong bisa tenang dan duduk selayak nya seperti pelanggan pada umum nya."
Seru aku sambil menahan perasaan aku.
"ahhh maaf aku gadis manis."
"terima kasih kuyi."
Sambil mengelah napas aku kembali duduk namun aku di hentikan duduk karena permintaan aneh nya.
"hey gadis manis apa kamu akan gabung bersama kami karena kamu punya banyak waktu luang."
Emosi aku sudah lepas.
"Aku bekerja di sini bukan bersenang senang bersama ibu ibu genit!!!“
Sesuana hening aku sadar dan menutup mulut aku saat menatakan itu.
" hahahahaha" setiba tiba sekelompok ibu ibu itu tertawa bersama.
"dia sudah bisa melawan kita"
"dia sangat kuat"
"ahhh bukan teman main aku lagi"
Lalu aku melihat ibu yin dan memberi jempol kepada aku dan saat itu juga aku benar-benar malu apa yang aku lakukan, pada saat ini juga aku mulai membangun diri aku lebih berani dan tegas lagi. Pada kejadian itu terjadi semuanya kembali normal aku pun tidak merasa hal buruk yang terjadi pada aku namun sedikit gangguan saat kerja aku malah bersukur aku bisa membuat aku berani dengan orang orang baru, dan aku juga mulai menykuai pekerjaan sampingan ini aku sangat berterimakasih sekali dengan nenek aku.
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments