episode 2

Hujan dan angin membasahi bumi,

Bau semerbak air yang jatuh ke tanah.

Bau yang aku suka , selain bau bahan bakar atau yang di sebut bensin.

Petir menyambar, aku jadi takut dan berdoa supaya cepat berhenti semua.

Ketiduran, dengan pulas dan terbangun di sore hari.

...****************...

Bangun tidur, melihat suasana yang tak biasa.

Langit berwarna merah dan keorenan.

Langit indah, seperti perasaan ku ini.

aku tiba-tiba berpikir, apa aku ke galeri sekarang ya?

Supaya aku bertemu lagi dengan laki-laki itu.

Besok aku tidak bisa, karena ada kerjaan design baju chick untuk di pakai dengan model.

Singkat cerita, aku bekerja di sebuah toko baju yang di beli kalangan atas / sosialita tajir.

Mereka, banyak sekali permintaan untuk kostum.

Kostum apapun, paling banyak kostum untuk Fashion Show/ Runway.

Mereka cantik dan pantas memakai gaun-gaun indah.

Sehingga kami mengerjakan dengan capek yang luar biasa.

...****************...

aku bergegas bersiap untuk ke kantor, membereskan semua pekerjaan.

"kamu, urus yang ini, kamu yang itu".

"eh, kenapa baru datang ! Kamu ya, kebiasaan telat !".

"maaf bu, di jalan macet , banjir, angin kencang".

"alasan, capat ! Nanti kamu dapat surat panggilan kalau begini terus !".

"Meyemnye ..."

Aku memulai designing baju cantik.

tau ngga, kemarin , sebelum kerja, aku ngga jadi ke galeri, karena hujan lagi. Payah ya ?!.

...****************...

pagi, siang ,sore berlalu, aku mulai terbiasa datang tepat waktu, jam begitu cepat berputar.

Aku ! Lupa ! Galeri !

Lihat kalender, "apa hari ini terakhir !".

Aku dandan dengan mengenakan lipbalm, dan bedak saja.

Setting spray , semprot, semprot.

...****************...

Di galeri ...

"permisi, permisi, permi".

"adah".

"sakit, banget, tolongin".

kembali di tolong laki-laki itu.

"kamu , lagi ! Aduh, aku sibuk, besok tidak ada galeri di pameran ini, kami pindah hall."

"kalau boleh, aku tau, kamu kerja apa disini ?".

"aku kerja buat lukisan".

"lukisan apa ? Ini , ayo liat galeri aku".

dia menggenggam tangan ku, tangannya yang hangat.

Aku tersenyum di sepanjang perjalanan menuju kantornya.

"wah, ini bagus sekali".

"iya lah, ini karya aku yang baru."

"ini, apa ?, ehhh tumpah nih catnya."

"ceroboh! "

"mana sini ku lihat ".

"in...ni..."

"pergi kamu, ayo tinggalkan tempat ini ! pergi !".

"kamu ngusir aku ? Kenapa ?".

"kenapa katamu ?".

"ini lukisan harganya kamu pun ngga bisa bayar !".

"pergi ! ( dengan lantang ! ).

"sigh, mulai dari awal lagi".

aku berlari dengan perasaan kecewa dan tidak terima. Menangis ? Menangis sesenggukkan.

dia melihat lukisan perempuan yang dibuat kemarin.

"Ah, perempuan sialan !".

...****************...

Bulan berganti , hari bergerak maju.

Luka lama yang sulit sembuh.

aku malas sekali dengan rutinitas yang monoton ini.

Rutinitas sehari-hari di bidang fashion itu memuakkan.

aku membaca surat-surat yang masuk.

fax banyak sekali.

"Wah, ini, ini, pameran , ya... Apa? Ada laki-laki berengsek ini !".

"aku ngga mau ikut , pokoknya !".

Telpon masuk,

Triringring...

"hallo".

"eh, si bos tuh nyari elu".

"ada apaan?".

"ada yang mau di bahas".

"ah, males, lagi libur masa ke kantor ?!".

"udah, buruan ke kantor".

"ya, makasih infonya ya".

...****************...

Kantor sepi, hanya aku dan bos.

"bos, maaf ada apa ya?"

"jadi, saya punya ide, ada seniman terbaru dan karyanya selalu di langit."

"langit tinggi itu menguntungkan kita semua."

"fashion itu berkembang".

"ayo kita jadikan lukisan dia untuk fashion week minggu ini".

"aku keberatan"!!!

Episode 3

Episodes

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play