Novel menjadi salah satu karya yang banyak disukai untuk dibaca mulai dari remaja hingga orang dewasa, tetapi belum banyak yang mengetahui sejarah novel dan perkembangannya. Dalam proses perkembangannya tentu ada begitu banyak hal yang berubah dan membuat jenis-jenis novel semakin bertambah. Tentu hal ini juga perlu untuk Anda ketahui agar lebih jelas dengan berbagai perkembangan novel.
Awal Perkembangan Novel
Dalam sejarah novel pertama kali berkembang tahun 1885 dari novel Melayu China dengan novel Melayu pertama yang ditulis adalah karya Lie Kim Hok. Selanjutnya di tahun 1890, mulai banyak novel roman yang ditulis oleh Lie Kim Hok dalam bahasa Melayu seperti F. Wiggers dengan Nyai Isa, H.F.R Kommer dengan Nona Leonie, dan Tjip Liap Seng. Novel Melayu China terus berkembang hingga mencapai puncak ketenaran pada tahun 1925 dengan adanya seri bulanan untuk tulisan roman.
Di Indonesia sendiri untuk seri roman bulanan sangat populer di Sumatera khususnya Medan. Salah satu judul novel yang sangat terkenal di sana adalah novel bergenre detektif karya Jusuf Souyb yaitu Serial Elang Emas dan Matu Mona yaitu Pacar Merah. Selanjutnya penulisan novel detektif ini diteruskan ole Grandy’s cs di Surabaya melalui penerbitan majalah Terang Bulan. Cerita-cerita detektif seperti ini akhirnya banyak disukai sejak tahun 1950-an sampai di tahun 1960-an.
Sejarah Novel di Indonesia
Sebelum berdirinya Balai Pustaka pada tahun 1917 memang belum ada ahli yang mencoba untuk melakukan pengamatan terhadap kesusastraan Indonesia. Meskipun ada tetapi hanya fokus pada topik tertentu secara spesifik. Setelah dilakukan beberapa penelitian ditemukan adanya perkembangan novel yang ada di Indonesia dan menemukan beberapa jenis novel sebagai berikut.
Novel perang yang muncul hampir bersamaan dengan novel kemasyarakatan. Novel kemasyarakatan lebih banyak membahas tentang kehilangan pimpinan, kemiskinan, krisis moral, hingga kehidupan rumah tangga. Sedangkan pada novel perang lebih membahas tentang persoalan dalam perang dunia kedua.
Novel politik tentunya membahas berbagai hal tentang dunia politik mulai dari tokoh-tokohnya, pergerakan politik, hingga berbagai corak politik yang ada di Indonesia.
Novel sejarah juga masih berkaitan dengan novel politik. Banyak penulis novel sejarah ini adalah seorang pengarang veteran yaitu Harun Aminurrashid. Beberapa karya yang dihasilkannya adalah Simpang Perinang, Wan Derusi, Gugur di Lembah Kinabalu, dan Tun Mandak.
Hingga kini novel yang berkembang di Indonesia memang mengalami perubahan yang luar biasa. Apalagi dalam dunia sastra sendiri juga sudah mengalami berbagai perubahan dan perkembangan. Semakin banyak penulis muda yang juga memiliki karya luar biasa untuk dinikmati para pembacanya. Apakah Anda akan menjadi bagian dari sejarah novel dengan mulai berkarya?
Novel adalah karangan prosa panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang yang berada di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku dalam kisah yang diceritakan. Novel terdiri dari bab dan sub-bab tertentu sesuai dengan kisah ceritanya. Penulis novel disebut novelis.
Genre novel digambarkan memiliki "sejarah yang berkelanjutan dan komprehensif selama sekitar dua ribu tahun".[1] Pandangan ini melihat novel berawal dari Yunani dan Romawi Klasik, abad pertengahan, awal roman modern, dan tradisi novella. Novella adalah suatu istilah dalam bahasa Italia untuk menggambarkan cerita singkat, yang dijadikan istilah dalam bahasa Inggris saat ini sejak abad ke-18. Ian Watt, sejarawan sastra Inggris, menuliskan dalam bukunya The Rise of The Novel (1957) bahwa novel pertama muncul pada awal abad ke-18.
Miguel de Cervantes, penulis Don Quixote, sering disebut sebagai novelis Eropa terkemuka pertama di era modern. Bagian pertama dari Don Quixote diterbitkan tahun 1605.[2]
Roman adalah narasi prosa panjang yang terkait erat dengan novel. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, roman adalah karangan prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing. Walter Scott mendefinisikannya sebagai "narasi fiktif dalam bentuk prosa atau sajak. Tujuannya adalah menjadikan peristiwa di dalamnya sebagai peristiwa yang luar biasa dan jarang terjadi", sementara dalam novel "peristiwa-peristiwanya adalah rentetan peristiwa nyata yang biasa terjadi dalam kehidupan manusia dan keadaan masyarakat saat itu".[3] Tetapi, banyak roman, termasuk roman-roman historis karya Scott,[4] Wuthering Heights karya Emily Brontë[5], dan Moby-**** karya Herman Melville,[6] sering juga disebut novel. Roman yang disebutkan di sini berbeda dengan roman percintaan fiksi populer atau novel roman. Bahasa-bahasa Eropa lainnya tidak membedakan antara roman dan novel: "a novel is le roman, der Roman, il romanzo."[7]
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments